Kasus Covid-19 RI Bertambah 454, Hampir 80% Berasal dari DKI Jakarta
Pemerintah melaporkan kasus Covid-19 sebanyak 454 orang pada Senin (10/1). Meski demikian, Provinsi DKI Jakarta masih mendominasi penularan virus corona hingga hari ini.
Dari data Kementerian Kesehatan, kasus Covid-19 di Jakarta mencapai 360 orang pada hari ini. Angka tersebut setara dengan 79,2% dari seluruh tambahan pasien.
Angka kasus di Ibu Kota terpaut jauh dari Provinsi Jawa Barat di posisi kedua yakni 27 orang. Sedangkan Banten berada di peringkat ketiga dengan tambahan 16 pasien.
Jumlah kasus positif hari ini didapatkan dari pemeriksaan terhadap 181.426 orang. Ini berarti rasio positif kasus Covid-19 yang diperoleh pemerintah mencapai 0,3%.
Angka kematian pasien corona hari ini juga bertambah tujuh. Jawa Tengah dan Lampung sama-sama menyumbang tambahan pasien meninggal terbanyak yakni dua orang.
Selain itu angka kesembuhan pasien Covid-19 harian juga meningkat 244. Jumlah terbanyak disumbang DKI Jakarta yang melaporkan 105 orang telah sembuh.
Pemerintah juga melaporkan kasus aktif corona meningkat 203 menjadi 6.311 pada awal pekan. Selain itu ada 3.193 orang yang dinyatakan sebagai suspek Covid-19.
Lonjakan kasus Covid-19 ini seiring bertambahnya penularan varian Omicron di Indonesia. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperkirakan, RI akan menghadapi gelombang penularan dalam waktu dekat.
Ia juga memperkirakan, peningkatan kasus Omicron akan terjadi dengan cepat. Namun, penurunan jumlah pasien juga diprediksi akan terjadi dalam waktu singkat.
"Memang kenaikan transmisi Omicron akan jauh lebih tinggi dari Delta," kata Budi dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (10/1).
Meski begitu, Budi memperkirakan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit akan lebih sedikit dibandingkan saat varian Delta merebak. Sebab, tingkat keparahan Omicron lebih ringan dibandingkan varian sebelumnya.
Untuk itu, ia meminta masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi gelombang Omicron. "Tidak usah panik. Kita sudah persiapkan diri dengan baik," ujar dia.
