Massa Buruh dan Mahasiswa Demonstrasi di DPR, Ada 10 Tuntutan

Aryo Widhy Wicaksono
21 April 2022, 15:16
Polisi memasang kawat duri di depan Gedung DPR/MPR/DPD RI, senayan, Jakarta Pusat, Kamis (21/4/2022). (ANTARA/Walda)
(ANTARA/Walda)
Polisi memasang kawat duri di depan Gedung DPR/MPR/DPD RI, senayan, Jakarta Pusat, Kamis (21/4/2022). (ANTARA/Walda)

Massa aksi demonstrasi dari elemen buruh dan mahasiswa mulai berkumpul di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menyampaikan sejumlah tuntutan.

Demonstrasi kali ini diinisiasi Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI), di mana Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) tergabung di dalamnya, serta aliansi organisasi buruh dari Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK).

Advertisement

Demonstrasi pun membuat kendaraan tak bisa melintas di depan Gedung DPR/MPR ke arah barat menuju Palmerah.

Tampak beberapa mobil komando demonstrasi memimpin massa yang membawa beragam spanduk dan poster berisi aspirasi mereka.

Sejauh ini, aksi demonstrasi berlangsung kondusif, dan demonstran dalam orasinya juga menyampaikan akan menggelar unjuk rasa secara damai.

Sebelumnya melalui keterangan bersama, AMI dan Gebrak menyampaikan ada 10 tuntutan, yaitu menghentikan pembahasan Undang-Undang Cipta Kerja, serta menghentikan upaya revisi Undang-Undang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (P3).

Selanjutnya, menghentikan kriminalisasi terhadap gerakan rakyat dan tuntaskan kasus pelanggaran HAM.

Kemudian, turunkan harga bahan bakar minyak (BBM), minyak goreng, tarif Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), listrik, pupuk, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan tol.

Selain itu, tangkap, adili, penjarakan, dan miskinkan seluruh pelaku korupsi. Kelima, redistribusi kekayaan nasional dengan memberikan jaminan sosial atas pendidikan, kesehatan, rumah, fasilitas publik, dan makan gratis untuk masyarakat.

Halaman:
Reporter: Antara
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement