Erick Thohir: Sepak Bola Indonesia Harus Punya Mimpi Besar

Image title
22 Oktober 2022, 09:11
Dalam pertemuan ini, Erick menerima ucapan duka dari Presiden FIFA atas musibah di Stadion Kanjuruhan.
Kementerian BUMN
Dalam pertemuan ini, Erick menerima ucapan duka dari Presiden FIFA atas musibah di Stadion Kanjuruhan.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Mantan Presiden Internazionale Milano Erick Thohir mengatakan, Indonesia sejatinya memiliki potensi besar dalam dunia sepak bola. 

Secara kuantitas, Indonesia merupakan negara dengan penggemar sepak bola terbesar di Asia. Namun, keunggulan dalam jumlah penggemar tak serta merta menjadikan tim nasional Indonesia mampu berbicara banyak di pentas internasional.

Dari 32 kontestan Piala Dunia 2022 Qatar, terdapat enam wakil Asia yang diisi Qatar, Australia, Iran, Jepang, Arab Saudi, dan Korea Selatan. Erick menilai populasi penduduk keenam negara tersebut lebih sedikit daripada Indonesia. Namun, mereka memiliki kualitas permainan yang jauh di atas Indonesia.

“Kalau kita melihat populasi penduduk di Asia, kita nomor tiga, tapi untuk penggemar sepak bola, kita nomor satu karena Cina dan India bukan penggemar sepak bola," ujar Erick di Jakarta, Jumat (21/10/2022).

Mantan Presiden Internazionale Milano tersebut tak ingin Indonesia terus menerus menjadi penonton sepak bola dunia. Untuk mewujudkan sepak bola yang berkualitas, ucap Erick, harus memiliki roadmap atau peta jalan yang jelas dan konsisten. 

"Selain menonton kita harus punya mimpi besar, roadmap 10 tahun atau 20 tahun ke depan sepak bola Indonesia mau seperti apa," ucap Erick.

Ia mengatakan, fondasi sepak bola yang mulai terlihat pada jenjang kompetisi tingkat junior harus bisa berkesinambungan dengan prestasi untuk tim nasional senior. 

Erick mencontohkan bagaimana transformasi sepak bola Jepang yang telah dilakukan sejak puluhan tahun lalu untuk menghasilkan sebuah liga sepak bola yang berkualitas sehingga berkontribusi besar pada capaian tim nasional Jepang saat ini.

"Jepang ingin tim nasionalnya harus berbicara, dia sudah membangun dari 20 tahun yang lalu, tapi dimulai dari liganya yang sehat, dimulai dari tim juniornya, nah itu yang kita harus lakukan," lanjut dia.

Erick berharap ajang Piala Dunia 2022 di Qatar menjadi momentum bagi persepakbolaan Indonesia agar tak sekadar menjadi market, melainkan juga harus menjadi pemain di kancah sepak bola internasional.

"Piala Dunia merupakan tontonan yang luar biasa, tapi kita jangan jadi penonton terus dong, generasi Indonesia ini lagi bagus-bagus, mayoritas anak muda pasti banyak anak muda yang bisa berbicara di tingkat dunia," katanya.

Tragedi Kanjuruhan

Erick Thohir mengatakan tragedi Kanjuruhan sudah seharusnya menjadi titik balik bagi sepak bola Indonesia yang lebih baik di masa depan. Erick menyebut 134 korban meninggal akan menjadi sesuatu yang tidak akan pernah terlupakan dari sejarah sepak bola Indonesia dan dunia.

"Hari ini kita lagi berkabung, yang meninggal 130-an, bukan sesuatu yang kita hanya berkabung seminggu atau 40 hari terus selesai, tetapi tinta hitam itu akan tercatat selama kita hidup, jadi tidak bisa dilupakan hanya karena ada kegiatan besar yang terjadi seperti ajang Piala Dunia," ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...