Jokowi Restui Menteri Nyapres, Pertimbangkan Beri Cuti Panjang
Presiden Joko Widodo memberikan restu menteri untuk maju di Pemilihan Presiden 2024. Namun Kepala Negara menekankan tugas di kabinet harus diutamakan.
Sebagai informasi, Mahkamah Konstitusi menyatakan seorang menteri dapat maju dalam Pilpres 2024 tanpa mengundurkan diri dari jabatannya. Akan tetapi, menteri bersangkutan harus mendapatkan izin dari presiden.
Beberapa nama menteri yang digadang-gadang maju antara lain Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, hingga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.
"Kalau kami lihat nanti mengganggu tugas sebagai menteri, ya akan dievaluasi. Apakah memang harus cuti panjang banget atau tidak,"kata Presiden Jokowi di Jakarta International Expo, Rabu (2/11).
Salah satu yang dikabarkan akan maju adalah Menhan Prabowo Subianto.. Prabowo juga telah bertemu Jokowi pada Jumat (28/10).
Kepala Negara menyampaikan telah bertukar pikiran dengan Prabowo terkait masa depan negara. Menurutnya, diskusi dengan Menteri Pertahanan merupakan hal yang biasa.
"Sudah sejak awal restu-restu. Sejak awal saya menyampaikan mendukung beliau (Prabowo)," kata Jokowi.
Survei Litbang Kompas terbaru menunjukkan bahwa elektabilitas Prabowo disalip Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Prabowo hanya mendapatkan suara 17,6%, di bawah Ganjar yang mendapatkan 23,2% suara.
Pada survei sebelumnya (Juni 2022), Prabowo meraih elektabilitas tertinggi, yakni sebesar 25,3% sedangkan Ganjar di urutan kedua dengan meraih dukungan 22,1%, dan Anies berada di urutan ketiga dengan elektabilias 12,6%.
(Catatan Redaksi: Artikel ini diubah pada Rabu (2/11) pukul 15.00 WIB untuk memperbaiki konteks pencapresan pada menteri dan bukan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto)
