Anggota DPR Singgung Reshuffle ke Mahfud saat Rapat Transaksi Rp 349 T

Abdul Azis Said
29 Maret 2023, 22:01
Anggota DPR Singgung Reshuffle ke Mahfud saat Rapat Transaksi Rp 349 T
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp.
Menko Polhukam yang juga Ketua Komite TPPU Mahfud MD memberikan paparan saat mengikuti rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (29/3/2023). Rapat tersebut membahas tentang informasi Laporan Hasil Analisis (LHA) PPATK.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Johan Budi menyinggung terkait reshuffle alias perombakan posisi kabinet kepada Menko Polhukam Mahfud MD dalam rapat soal transaksi mencurigakan Rp 349 triliun, Rabu (29/3). Belakangan terdapat beda pandangan antara Kementerian Keuangan dengan Mahfud MD yang termasuk PPATK soal seberapa besar transaksi mencurigakan yang memyeret pegawai Kemenkeu.

Hal itu disampaikannya setelah rapat yang dimulai sore dan masih berlangsung hingga malam itu sempat menegang di awal sesi. Beberapa anggota dewan terpantau mengajukan interupsi hingga membuat Mahfud kesal karena merasa selalu dikeroyok interupsi tiap kali rapat dengan Komisi III. 

Karena itu, Johan kemudian meminta rekannya di parlemen untuk tidak menebar ancaman, begitu juga peringatan itu disampaikannya ke Mahfud. 

"Karena sekali lagi, menjadi anggota DPR cuma lima tahun, itu pun kalau nggak di-PAW gitu kan. Jadi Menko Polhukam juga gitu Pak Mahfud, belum tentu 5 tahun loh, kalau di-reshuffle?. Apalagi ada ramai-ramai begini (soal transaksi mencurigakan Rp 349 triliun)," kata dia di DPR, Rabu (29/3).

Ia kemudian menyinggung jejak karier Johan Budi yang sempat menjadi orang terdekat Jokowi sebagai Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi. Dari pengalamannya itu, ia tahu bahwa Jokowi tak suka jika ada menteri yang berdebat di luar, risikonya bisa saja langsung didepak oleh Jokowi dari kabinet.

Halaman:
Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Lona Olavia

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...