Top News: Insentif Ramadan untuk Ojol, Jadwal Ganjil Genap Arus Mudik
Aplikator taksi dan ojek online atau ojol sejatinya boleh untuk tidak memberikan Tunjangan Hari Raya atau THR keagamaan kepada mitra pengemudi mereka.
Hal ini karena aturan mewajibkan perusahaan memberikan THR kepada pekerja yang memiliki perjanjian kerja. Sementara status pengemudi dengan aplikator bersifat kemitraan.
Namun Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau agar aplikator memberikan insentif.
Imbauan pemerintah ini menjadi salah satu berita terpopuler atau top news Katadata.co.id pada Kamis (6/4). Selain itu, simak juga berita menarik lainnya, seperti Indihome yang resmi spin off dari Telkom, jadwal pengaturan lalu lintas arus mudik, serta lima negara yang sepakat membentuk mata uang baru.
Simak top news Katadata.co.id berikut ini:
1. Kemnaker Imbau Gojek, Grab, Maxim, inDrive Beri ‘THR’ Driver Ojol
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau aplikator taksi dan ojol agar memberikan insentif atau program menarik kepada para mitra selama Ramadan.
Insentif tersebut bertujuan menambah pemasukan bagi para mitra pengemudi taksi dan ojol, karena mereka tidak mendapatkan THR dari perusahaan.
Menurut Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kemnaker, Indah Anggoro Putri, pemberian THR bagi pekerja atau mitra di perusahaan digital, termasuk ojol, tidak termasuk dalam Surat Edaran Menaker tentang THR. Sebab, pekerjaan mereka bersifat kemitraan.
2. Merger dengan Telkomsel, Indihome Resmi Spin Off dari Telkom
Perusahaan induk Grup Telkom, PT Telkom Indonesia, Tbk. (TLKM), menandatangani perjanjian pemisahan bersyarat atau Conditional Spin-Off Agreement dengan Telkomsel.
Perjanjian ini terkait pemisahan Indihome dari Telkom, untuk kemudian digabungkan dengan Telkomsel.
Dalam pengumuman yang disampaikan VP Investor Relations TLKM, Edwin Sebayang, pada laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai segmen usaha Indihome yang akan dipisahkan mencapai Rp 58,24 triliun.
Aksi korporasi ini sebelumnya juga memperoleh persetujuan pemegang saham TLKM dan pemegang saham Telkomsel.
3. Rusia, Cina, dan India akan Bentuk Mata Uang Baru, Tinggalkan Dolar
Aliansi BRICS antara Brasil, Rusia, Cina, India, dan Afrika Selatan, siap melangkah lebih jauh untuk meninggalkan dolar AS dalam melakukan transaksi pembayaran antarnegara, terutama terkiat perdagangan.
Menurut laporan yang mengutip anggota parlemen Rusia, Alexander Babakov, negara-negara BRICS sedang dalam proses menciptakan media baru untuk pembayaran.
Hal ini dilakukan berdasarkan strategi kelompok negara tersebut untuk tidak mempertahankan dolar atau euro.
Mengutip Indiatimes, Babakov, yang merupakan Wakil Ketua Duma Negara Rusia, dilaporkan mengindikasikan bahwa mata uang baru tersebut akan diamankan dengan emas dan komoditas lain seperti unsur tanah jarang.
Negara-negara BRICS sedang berupaya menciptakan bentuk mata uang baru dan berencana mempresentasikan perkembangannya pada pertemuan puncak para pemimpin BRICS tahun ini.
4. Jadwal Ganjil Genap, Contra Flow, One Way Mudik Lebaran di Trans Jawa
Pemerintah akan menerapkan tiga skema manajemen lalu lintas di tol Trans Jawa saat masa mudik lebaran 2023. Skema manajemen lalu lintas tersebut adalah ganjil genap, one way atau satu arah, dan contra flow.
Menurut hasil survei Kementerian Perhubungan melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT), jumlah pergerakan masyarakat saat musim mudik Lebaran 2023 diprediksi mencapai 123,8 juta orang.
5. Ojol Mau Kerja Kantoran, Benarkah Driver Gojek hingga Grab Berkurang?
Riset menunjukkan 66% pengemudi ojek online dan kurir ingin bekerja sebagai ‘pekerja kantoran’. Benarkah mitra pengemudi ojol di platform seperti Gojek, Grab, Maxim, dan inDrive berkurang?
Ketua Umum Asosiasi Driver Online (ADO) Taha Syafariel tidak memiliki data terkait jumlah pengemudi ojek online atau ojol. Namun ia mencatat, ada beberapa rekan yang membuka usaha atau kembali ke pekerjaan lama.
“Setahu saya semua aplikasi membuka pendaftaran, baik Gojek, Grab, Maxim dan inDrive,” katanya. Bahkan aplikator memberi iming-iming bonus kepada pengemudi ojek online atau ojol yang mengajak rekan atau temannya mendaftar.
Sedangkan Sekretaris Jenderal Perkumpulan Armada Sewa Indonesia (PAS INDONESIA) Wiwit Sudarsono mencatat ada penurunan jumlah pengemudi ojek online atau ojol. Meski tidak memerinci angkanya, menurutnya ini karena pendapatan berkurang.
