Indonesia Akan Gelar Forum Ekonomi Berkelanjutan, Elon Musk Hadir?

Andi M. Arief
22 Agustus 2023, 15:07
elon musk, ekonomi berkelanjutan
BPMI Setpres
Presiden Joko Widodo berdiskusi dengan Elon Musk di Gedung Stargate Space X, Boca Chica, Amerika Serikat, Sabtu (14/05/2022).

Beberapa figur penting di bidang keberlanjutan akan menghadiri Indonesia Sustainability Forum yang digelar bulan depan. Salah satu figur yang dikabarkan diundang adalah CEO Tesla Elon Musk.

Wakil Ketua Bidang Kemaritiman, Investasi dan Hubungan Internasional, Kamar Dagang dan Industri Indonesia Shinta W. Kamdani belum mengonfirmasikan kabar tersebut. Namun Shinta tidak menampik kabar bahwa Musk akan menghadiri ajang tersebut.

"Kita tunggu saja nanti," katanya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa (22/8).

Untuk diketahui, Indonesia Sustainability Forum akan digelar pada 7-8 September 2023 di Jakarta. Shinta menilai acara tersebut akan menjadi acara sampingan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-43.  

Shinta berencana mengundang beberapa pelaku usaha di bidang keberlanjutan. Menurutnya, peran pelaku usaha di sisi keberlanjutan penting untuk mensosialisasikan best practice bidang keberlanjutan di dunia usaha.

Berdasarkan laman resmi Kemenko Marves, beberapa perusahaan yang akan menghadiri Indonesia Sustainability Forum adalah Mitsubishi Power Asia Pacific, McKinsey, dan AstraZeneca.

Di samping itu, Shinta mengumumkan akan ada beberapa kepala negara yang menghadiri Indonesia Sustainability Forum 2023. Selain Presiden Joko Widodo, pemimpin yang hadir adalah Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Presiden Filipina Bongbong Marcos, dan Perdana Menteri Papua Nugini James Marape.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Elon Musk akan hadir di Jakarta pada akhir September atau Oktober. Orang terkaya dunia itu kemungkinan akan menandatangani kerja sama baterai lithium hingga satelit Starlink.

Singgung JETP

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Rachmat Kaimudin mengatakan RI akan menyinggung mekanisme penggunaan Just Energy Transition Partnership atau JETP dalam forum tersebut. Seperti diketahui, Indonesia mendapatkan pendanaan dekarbonisasi bidang energi senilai US$ 20 miliar melalui JETP.

"Tidak secara spesifik membahas JETP, tapi akan tersenggol nanti," kata Rachmat di kantornya, Selasa (22/8).

Rachmat telah menerima draf mekanisme penggunaan dana JETP pada Rabu (16/8). Menurutnya, pemerintah harus mempelajari draf tersebut sebelum menyetujui mekanisme tersebut.

JETP merupakan kerja sama pemerintah Indonesia dengna Grup Mitra Internasional atau IPG. Adapun, negara anggota IPG tersebut adalah Amerika Serikat, Jepang, Kanada, Denmark, Uni Eropa, Prancis, Jerman, Italia, Norwegia, dan Inggris.

Kawasan ekosistem green energi terlengkap
Kawasan ekosistem green energi terlengkap (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/Spt.)

Untuk menggunakan dana tersebut, pemerintah Indonesia dan IPG membangun Sekretariat di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Rachmat menekankan anggota sekretariat tersebut bukan berasal dari pemerintah dan merupakan pakar teknis di berbagai bidang.

Draf mekanisme penggunaan dana JETP tersebut diproduksi oleh Sekretariat. Rachmat mengatakan draf tersebut memuat kesimpulan dari empat kelompok kerja di Sekretariat JETP.

Keempat kelompok kerja tersebut membahas dana JETP dari sisi model penurunan emisi, jenis pembiayaan, kebijakan yang dibutuhkan, dan bagaimana transisi energi berjalan secara adil.

"Kalau draf tersebut bilang rencana Indonesia untuk kelistrikan harus seperti ini, tentu harus kami lihat dulu karena saat draf dibuat masih berbentuk model," ujar Rachmat.


Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...