Presiden Prabowo Subianto menekankan Ekonomi Hijau harus memberi nilai tambah bagi rakyat, salah satunya melalui instrumen perdagangan karbon dan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK).
Di tengah ancaman PHK sektor formal, Kerja Hijau dari transisi energi muncul sebagai peluang baru yang justru berpotensi besar berkembang di pelosok desa.
Mewujudkan industri hijau yang kompetitif tidak cukup dengan investasi. Indonesia perlu membangun ekosistem kolaborasi yang mempercepat inovasi, penguasaan teknologi & penguatan industri nasional.
Pemerintah gencar kampanye ekonomi hijau di dunia, namun pembangunan industri dalam negeri masih bertumpu pada **Batu Bara**, menciptakan paradoks dalam transisi energi Indonesia.
London Stock Exchange Group dalam laporan risetnya mencatat pendapatan global dari produk dan jasa ramah lingkungan mencapai US$5,5 triliun pada tahun lalu, tumbuh pada laju tercepat sejak 2022.
Artikel membahas pentingnya menerapkan prinsip ekonomi sirkular dalam ibadah kurban untuk mengurangi dampak ekologis dan mengoptimalkan rantai nilai ekonominya.
Ketua Dewan Pembina IKA Unpad, Burhanuddin Abdullah, menilai Indonesia tidak lagi memiliki banyak waktu untuk menunda transformasi menuju ekonomi berkelanjutan.
Transisi energi di Indonesia dinilai bukan hanya soal energi terbarukan, tetapi lebih pada arah dan model pengelolaannya sebagai peluang ekonomi dan solusi iklim.
Implementasi keuangan berkelanjutan menjadi solusi untuk mengatasi risiko iklim yang berdampak, tidak hanya pada lingkungan, namun juga pada aspek sosial dan ekonomi.
Hari Bumi 2026 mengingatkan dunia bisnis bahwa ESG bukan sekadar pilihan, melainkan tanggung jawab dan kebutuhan untuk keberlanjutan perusahaan di masa depan.
Sebuah penelitian menemukan setidaknya 50 spesies ikan asing dengan 18 di antaranya tergolong invasif atau berdampak negatif pada lingkungan di Indonesia.