Jokowi Bertemu Menlu Malaysia, Bahas IKN hingga Perbatasan

Muhamad Fajar Riyandanu
6 Februari 2024, 17:07
Menlu Malaysia Mohamad bin Hasan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (6/2). Foto: M Fajar Riyandanu.
Katadata
Menlu Malaysia Mohamad bin Hasan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (6/2). Foto: M Fajar Riyandanu.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Joko Widodo hari ini bertemu dengan Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad bin Hasan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (6/2). Dalam pertemuan tersebut, pemerintah meminta Jiran RI itu untuk merealisasikan komitmen investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Selain itu, Jokowi dengan Menlu Malaysia juga membahas soal perbatasan hingga pekerja migran. Keduanya juga membicarakan persiapan Malaysia menjadi Ketua ASEAN tahun depan.

Pemerintah Malaysia diminta melaksanakan komitmen dari 11 surat pernyataan niat atau letter of intent (LoI) terkait ketertarikan dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

"Tadi waktu bilateral dengan saya, saya juga sampaikan perlu segera 11 LoI ini dalam bentuk investasi untuk segera diimplementasikan untuk IKN,” kata Retno saat ditemui usai rapat.

Adapun 11 investor dari Malaysia tersebut berminat menanamkan modalnya di berbagai sektor. Investor tersebut bergerak di bidang pengelolaan sampah, telekomunikasi, properti, jalan raya, layanan kesehatan dan farmasi, energi terbarukan, hingga ke platform e-commerce.

"Investasi Malaysia cukup besar di beberapa bidang, terakhir pada saat Pak Anwar Ibrahim berkunjung ke Indonesia ada 11 LoI untuk kerja sama dalam membangun IKN," ujar Retno.

Soal perbatasan, Indonesia dan Malaysia akan menyelesaikan garis batas kedua negara yang belum dirampungkan. Jokowi dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim telah bersepakat untuk menyelesaikan perbatasan.

"Mengenai PMI, yang kami bahas adalah hak pendidikan, kami minta community learning center bisa diadakan di Semenanjung (Malaysia)," kata Retno.

Terkait internasional, Jokowi dan Menlu Malaysia juga membahas situasi Jalur Gaza. Hal lainnya yang didiskusikan adalah kesamaan posisi terutama soal kelapa sawit di Uni Eropa.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyaksikan serah terima 11 LOI investor Malaysia untuk membangun IKN pada Senin (9/1) di Istana Kepresidenan Bogor.

LOI tersebut diserahkan oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan Internasional Malaysia Teungku Zafrul bin Tengku Abdul Aziz kepada Kepala Otorita IKN Bambang Susantono.

Bambang Susantono mengatakan OIKN akan menindaklanjuti LOI tersebut dengan segera. Setelah menerima LOI, maka tahap berikutnya OIKN akan memberikan jawaban formal dengan melampirkan beberapa dokumen, salah satunya adalah Surat Perjanjian Kerahasiaan (Non-disclosure Agreement/NDA).

”Setelah NDA ditandatangani, OIKN akan memberikan data pendukung dan data teknis kepada calon investor,” kata Bambang dalam keterangan resmi, Rabu (11/1).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...