Jaga Pemilu Ungkap Dugaan Ribuan Pelanggaran Pemilu, Terbanyak ASN

Muhamad Fajar Riyandanu
12 Februari 2024, 19:37
asn, pemilu, pelanggaran pemilu
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/tom.
Ilustrasi pegawai negeri sipil.

Gerakan Masyarakat Jaga Pemilu merilis temuan terkait praktik Pelanggaran Pemilu 2024. Dari data yang dirilis, pihak yang diduga sebagai pelaku pelanggaran pemilu 2024 paling banyak dilakukan oleh ASN sebesar 39%. 

Temuan tersebut berasal dari dua sumber data internal Jaga Pemilu. Mekanisme pertama adalah pemantauan dari laporan yang dikirimkan oleh masyarakat ke dalam portal JagaPemilu.com.

Advertisement

Jaga Pemilu juga punya kemampuan untuk melacak dan mengawasi jalannya pemilu secara mandiri lewat bantuan mesin pencari JagaPemilu.com. Lewat mesin tersebut, relawan dapat memantau pergerakan dugaan kampanye melalui analisis yang dihimpun dari aktivitas media sosial.

Sekretaris Perkumpulan Jaga Pemilu, Luky Djani mengatakan pihaknya menerima 150 pelaporan yang dikirimkan oleh masyarakat ke dalam portal JagaPemilu.com. Pihaknya berhasil menjaring 150 ribu konten dugaan pelanggaran pemilu dari media sosial dan berita media daring.

Periode penarikan data dan pemerimaan laporan dari masyarakat berlangsung selama 75 hari, mengacu pada masa kampanye yang dilaksanakan pada sejak 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024.

Merujuk pada temuan tersebut, Luky mengatakan ada 44% dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu. Pihaknya juga mendapati adanya 13% dugaan pelanggaran administrasi pemilu dan dugaan pelanggaran kode etik penyelenggaraan pemilu. Adapun terdapat 33% dugaan pelanggaran hukum lainnya.

Adapun isu dugaan pelanggaran pemilu didominasi oleh isu netralitas aparat penegak hukum (APH) dan aparatur sipil negara (ASN) sebesar 39%. Sementara dugaan kecuraan lainnya seperti politik uang berada di urutan kedua dengan 20%. 

Halaman:
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement