Curah Hujan Tinggi hingga 11 Maret, BMKG Rekayasa Cuaca Khusus di Jabar
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bakal menambah rekayasa cuaca terutama di kawasan Jawa Barat. Strategi ini sebagai langkah tanggap darurat bencana, seiring proyeksi curah hujan tinggi di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) masih akan terus berlangsung hingga 11 Maret.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan rekayasa cuaca yang dikenal dengan operasi modifikasi cuaca (OMC) diharapkan mengurangi intensitas hujan deras penyebab banjir di sejumlah wilayah Jabodetabek dalam tiga hari terakhir.
“Prioritas di Jawa Barat karena daerah paling rentan dan terutama ini di daerah pegunungan, di puncak. Ini nanti bisa menjadi sumber banjir di hilir,” kata Dwikorita di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (4/3) malam.
Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta 2014-2017 ini menjelaskan rekayasa cuaca bertujuan untuk mencegah bencana banjir dengan cara mengendalikan lokasi jatuhnya hujan. Teknik yang digunakan adalah menjatuhkan hujan sebelum mencapai daratan, misalnya dengan menurunkan hujan di laut.
“Konsepnya adalah menghalangi awan-awan yang bergerak ke daerah yang rawan untuk dijatuhkankan sebelum masuk ke area rawan,” ujarnya.
Adapun BMKG berperan dalam dukungan teknologi, khususnya dalam penentuan lokasi modifikasi cuaca. Sementara pelaksanaan modifikasi cuaca di lapangan dilaksanakan oleh BNPB.
Selain di Jawa Barat, operasi operasi modifikasi cuaca juga akan diterapkan di Banten, Jakarta dan sejumlah daerah di Sumatera seperti Lampung, Palembang dan Bengkulu.
Rekayasa Cuaca hingga Pekan Kedua Maret
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, menjelaskan banjir besar kali ini dipicu oleh hujan deras di wilayah hilir dan kiriman air dari hulu. Ia juga berharap Pemerintah Provinsi Jakarta dan Jawa Barat bersedia menambah armada pesawat untuk OMC.
“Banjir ini masalahnya juga ada kiriman dari hulu, sementara di hilirnya hujan terus di daerah kawasan Jabodetabek. Maka curah hujannya harus dikurangi,” kata Pratikno di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (4/3).
Pratikno mengatakan rekayasa cuaca akan berlangsung hingga pekan kedua Maret. Termin itu dapat diperpanjang jika situasi hujan deras masih berlanjut hingga dasarian kedua atau periode 10 hari kedua dalam satu bulan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta melaporkan adanya bencana banjir di sejumlah titik di ibu kota. Mereka mencatat ada 1.229 warga terdampak banjir yang tersebar di beberapa kelurahan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur mengungsi.
"Ada 11 lokasi pengungsian yang tersebar di empat kelurahan," kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan di Jakarta, Senin malam (3/3).
Yohan menyatakan bahwa banjir yang terjadi itu diakibatkan meluapnya Kali Ciliwung sehingga mengakibatkan daerah yang berada di bantaran sungai terendam banjir. Luapan kali Ciliwung terjadi sejak Minggu malam (2/3).
Bencana banjir juga melanda Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (4/3). Salah satu pusat perbelanjaan di Kota Bekasi, yakni Mega Bekasi Hypermall juga ikut terendam banjir. BNPB melaporkan daerah terdampak banjir di Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi meluas dengan ketinggian air mencapai tiga meter.

