Berpakaian Hitam, Ratusan Mahasiswa Demo Tolak UU TNI di Depan DPR

Ringkasan
- Presiden Jokowi akan bertemu CEO Microsoft Satya Nadella untuk membahas percepatan transformasi digital Indonesia menuju negara maju.
- Kominfo dan Microsoft Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat implementasi teknologi informasi dan transformasi digital di sektor pemerintahan.
- Kolaborasi tersebut diyakini dapat membuka peluang bisnis baru, meningkatkan akses pasar, dan memperluas jangkauan layanan bagi pelaku usaha.

Mahasiswa aksi kembali menggelar demonstrasi menolak pengesahan UU TNI di Gedung DPR, Jakarta, pada Kamis (27/3). Massa mulai berdatangan ke lokasi pada sore hari.
Sebagian besar massa mengenakan pakaian hitam. Beberapa di antaranya juga telah bersiaga dengan mengenakan alat pelindung diri. Jumlah demonstran lambat laun bertambah, seiringan dengan ditempelkannya sejumlah poster kritikan terhadap UU TNI yang ditempel di sekitar lokasi.
Sebelumnya, pada Kamis (20/7) pekan lalu, massa aksi yang terdiri dari mahasiswa dan koalisi masyarakat sipil juga menggelar aksi serupa. Salah satu poin yang menjadi sorotan yakni kekhawatiran akan lahir kembalinya dwifungsi seperti era Orde Baru.
Menyikapi itu, aparat menyiapkan ribuan personel gabungan yang terdiri dari anggota Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, serta Pemda DKI dikerahkan untuk berjaga di sekitar Gedung DPR.
"Kami melibatkan 1.824 personel gabungan," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro, dalam keterangannya, Kamis (27/3).
Susatyo mengimbau personil pengamanan agar bertindak persuasif serta humanis. Ia juga menekankan agar tak memprovokasi dan terprovokasi.
Sebelumnya, DPR resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI menjadi Undang-Undang. Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPR Puan Maharani.