Thailand hingga Malaysia akan Negosiasi dengan AS Usai Kena Tarif Impor Tinggi

Ameidyo Daud Nasution
3 April 2025, 20:39
thailand, malaysia, asean, impor
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/agr
Petugas berjalan di samping peti kemas di kawasan Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (15/1/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Sejumlah negara Asia Tenggara terkena tarif impor tinggi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Negara-negara tersebut kini berharap bisa bernegosiasi dengan AS agar tak dikenakan pungutan yang berat.

Salah satu yang mengaku siap bernegosiasi adalah Thailand. Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra mengaku akan mengajak AS berbicara soal keringanan impor.

"Kita tidak bisa membiarkannya sampai meleset dari target PDB kita," kata Shinawatra pada Selasa (3/4) dikutip dari Reuters.

Menteri Perdagangan Thailand, Pichai Naripthaphan mengatakan Negeri Gajah Putih siap bernegosiasi. Ia berharap pembicaraan akan berjalan baik karena Thailand memiliki hubungan yang baik dengan AS.

Thailand menargetkan pertumbuhan ekonomi 3% tahun ini. Negara ini tertinggal dari negara-negara tetangga, tumbuh 2,5% tahun lalu, akibar melonjaknya utang rumah tangga.

Sedangkan Vietnam akan membentuk gugus tugas untuk memantau situasi terbaru. Hal tersebut merupakan arahan Perdana Menteri Pham Minh Chinh saat sidang kabinet hari ini.

Adapun, Malaysia tidak akan mengajukan tarif pembalasan. Kementerian Perdagangan Malaysia juga akan berbicara dengan otoritas AS.

"Untuk mencari solusi yang akan menegakkan semangat perdagangan bebas dan adil." demikian penjelasan Kemendag Malaysia.

Thailand terkena tarif impor sebesar 36%, sedangkan Malaysia dikenakan tarif 24%. Sedangkan AS mengenakan Vietnam dengan tarif impor sebesar 46% atau salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara.

Sementara, Indonesia terkena tarif impor sebesar 32%. Meski demikian, belum diketahui langkah Indonesia atas pengenaan tarif tersebut. 

Sejumlah menteri bidang ekonomi awalnya akan menggelar konferensi pers soal tarif impor Amerika Serikat hari ini. Meski demikian, pernyataan pers tersebut batal digelar.  

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...