Asosiasi Soroti Merger GoTo dan Grab: Signifikan Mengurangi Pendapatan Pengemudi

Kamila Meilina
10 Mei 2025, 17:44
Usulan BBM subsidi untuk ojek online
ANTARA FOTO/Fauzan/YU
Ilustrasi pengemudi ojek online
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

GoTo Gojek Tokopedia dan Grab disebut-sebut akan menyelesaikan kesepakatan aksi merger pada kuartal-II atau April-Juni 2025. Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI), Lily Pujiati, menyatakan bahwa kebijakan ini berpotensi merugikan pengemudi secara signifikan. 

“Jika merger ini terjadi, pengemudi yang sebelumnya bisa memaksimalkan pendapatan lewat dua aplikasi, Grab dan Gojek, akan dipaksa hanya menggunakan satu,” kata Lily dalam keterangan resminya, Sabtu (10/5). 

Menurut Lily, rata-rata mitra pengemudi memiliki pendapatan harian berkisar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. Jumlah itu belum dikurangi berbagai biaya operasional seperti bensin, pulsa, paket data, parkir, hingga perawatan kendaraan. 

Tak hanya itu, potongan besar diberlakukan oleh perusahaan platform, yang menurut Lily bisa mencapai 30% hingga 70% dari setiap order yang dikerjakan. Potongan ini dinilai semakin memberatkan para pengemudi yang sejak awal sudah bekerja di bawah tekanan finansial.

Ia mencontohkan dampak nyata dari merger sebelumnya, yakni Gojek dan Tokopedia yang menjadi GoTo pada 2021. Usai merger tersebut, insentif untuk layanan pengiriman GoSend Sameday mengalami penurunan drastis.

“Sebelum merger, insentif untuk lima kali pengantaran adalah Rp 10 ribu. Tapi setelah merger, tinggal Rp 5.000. Untuk 10 pengantaran yang dulu dibayar Rp 45 ribu, kini hanya Rp 20 ribu,” katanya. 

Di sisi lain, Ketua Asosiasi Driver Online Taha Syafariel menyoroti pentingnya perubahan regulasi yang lebih berpihak pada pengemudi, dengan ada atau tidaknya penggabungan. 

Ia mengaku telah memantau kabar tersebut, terlebih setelah beberapa petinggi GoTo Gojek Tokopedia mengundurkan diri.  “Semoga pemerintah mau membuat regulasi yang lebih adil saat ini, dan perusahaan siap mengikuti aturan itu nantinya,” ujar pria yang akrab disapa Taha itu kepada Katadata.co.id, Jumat (9/5).

Sebelumnya, GoTo Gojek Tokopedia dan Grab beberapa kali dikabarkan sedang mengkaji aksi merger. Reuters, misalnya, pada Kamis (8/5), melaporkan bahwa Grab sedang melakukan finalisasi akuisisi unit ride-hailing Gojek, yang merupakan bagian dari GoTo.

Nilai transaksinya diperkirakan mencapai US$7 miliar, menjadikannya salah satu aksi korporasi terbesar di sektor teknologi Asia Tenggara. 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...