Wall Street Naik, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Usai Kabar Kesepakatan Dagang

Nur Hana Putri Nabila
24 Juli 2025, 06:09
Ilustrasi - Pintu masuk Wall Street ke New York Stock Exchange (NYSE) terlihat di New York City, AS. ANTARA/REUTERS/Brendan McDermid/am.
Antara
Ilustrasi - Pintu masuk Wall Street ke New York Stock Exchange (NYSE) terlihat di New York City, AS. ANTARA/REUTERS/Brendan McDermid/am.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) ditutup naik pada Rabu (23/7) seiring optimisme pasar terhadap kemajuan kesepakatan dagang jelang tenggat tarif 1 Agustus 2025.

S&P 500 mencetak rekor penutupan baru, sedangkan Nasdaq untuk pertama kalinya ditutup di atas level 21.000. Dow Jones Industrial Average naik 507,85 poin atau 1,14% ke level 45.010,29, hanya terpaut empat poin dari rekor tertinggi. S&P 500 naik 0,78% menjadi 6.358,91, menandai rekor penutupan ke-12 tahun ini, dan Nasdaq Composite menguat 0,61% ke 21.020,02.

Dalam unggahan di Truth Social pada Selasa (22/7) malam, Donald Trump mengumumkan Amerika Serikat telah mencapai “kesepakatan besar” dengan Jepang, yang mencakup penerapan tarif timbal balik sebesar 15% terhadap ekspor Jepang. Ia juga menyebut AS tengah melakukan pembicaraan dengan pejabat Uni Eropa untuk menjajaki perjanjian perdagangan serupa.

Seiring dengan itu, sentimen pasar semakin membaik pada Rabu sore setelah Financial Times melaporkan AS hampir mencapai kesepakatan tarif 15% dengan Uni Eropa, yang strukturnya mirip dengan kesepakatan AS-Jepang.

Sebelumnya, AS juga mengumumkan kerangka kesepakatan perdagangan dengan Indonesia, menyusul sejumlah perjanjian serupa dengan Cina dan Inggris. Perkembangan ini meredam kekhawatiran pasar yang sempat meningkat sejak pengumuman tarif besar-besaran oleh Trump pada April lalu.

Langkah Donald Trump mengguncang pasar pada 2 April lewat pengumuman tarif besar-besaran, yang kemudian ditunda. Meski sempat menuai kekhawatiran, kebijakan tarif tersebut dinilai membawa dampak positif buat Amerika.

"Strategi tarif Trump terbukti efektif sejauh ini, menambah penerimaan negara, mendorong investasi dalam negeri, dan belum memicu gejolak atau inflasi seperti yang dikhawatirkan," ujar Louis Navellier, pendiri dan Chief Investment Officer di Navellier & Associates, dikutip CNBC, Kamis (24/7).

Ia menambahkan pasar saham pun tidak menunjukkan kekhawatiran berarti terhadap dampak negatif kebijakan itu.

Di samping itu, menghijaunya saham pada Rabu menandai hari kedua berturut-turut di mana S&P 500 mencetak rekor penutupan hingga memicu semangat beli di pasar. Saham-saham berkapitalisasi kecil yang sebelumnya kurang diperhatikan ikut melonjak, termasuk Kohl’s pada Selasa, serta GoPro dan Krispy Kreme pada Rabu.

Di sisi lain, investor juga menantikan laporan keuangan dari dua raksasa teknologi, Alphabet dan Tesla, yang dijadwalkan rilis usai penutupan pasar. Kedua perusahaan ini menjadi pembuka musim laporan keuangan sektor teknologi berkapitalisasi besar, kelompok yang selama ini menjadi motor penggerak utama di Wall Street.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...