Media Asing Soroti Aksi Demo Hari Ini, Kedubes AS Keluarkan Peringatan Keamanan

Karunia Putri
29 Agustus 2025, 12:23
Demo
Antara FOTO / Fauzan
pengemudi ojek online (ojol) beriringan mengantarkan ambulans berisi jenazah rekan mereka, Affan Kurniawan menuju pemakaman di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Sejumlah media asing turut menyoroti aksi demonstrasi yang digelar di Jakarta pada Jumat (29/8), menyusul tewasnya pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan. Affan tewas setelah ditabrak dan dilindas kendaraan taktis atau rantis kepolisian di Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8) malam.

Bloomberg menyoroti, ratusan mahasiswa Universitas Indonesia berencana menggelar aksi di depan Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) untuk menuntut pemecatan Kapolri. Mereka juga meminta pertanggungjawaban atas penangkapan dan kekerasan terhadap pengunjuk rasa. 

Insiden ini memicu kemarahan publik dan mempertanyakan cara Presiden Prabowo Subianto menangani perbedaan pendapat politik. Kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) telah memperingatkan potensi krisis kepercayaan jika aparat yang terlibat tidak dimintai pertanggungjawaban. 

Meski polisi telah meminta maaf dan menjanjikan penyelidikan, masyarakat menanti pernyataan resmi dari pemerintah terkait tindakan yang akan dilakukan. Di samping itu, beberapa menteri senior telah lebih dulu menyampaikan permintaan maaf.

Eskalasi demo turut mengguncang pasar keuangan. Indeks saham Indonesia merosot 1,3% secara intra day dan menjadi penurunan terbesar dalam dua bulan terakhir. Sementara itu, rupiah melemah 0,5% lebih dalam dibandingkan sebagian besar mata uang Asia. Bank Indonesia menyatakan siap melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar. 

“Protes baru-baru ini di Jakarta telah meningkatkan volatilitas di pasar Indonesia,” kata Shier Lee Lim, Kepala Strategi Mata Uang dan Makro di Convera Singapore dikutip Bloomberg, Jumat (29/8). 

Menurutnya, saham, obligasi, dan rupiah kini berada di bawah tekanan akibat meningkatnya risiko kebijakan dan kerusuhan sosial.

Sementara itu, Reuters juga melaporkan soal aksi demonstrasi yang akan dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI). Ketua BEM SI, Muzammil Ihsan menyebut, demonstrasi akan digelar Jumat ini sebagai bentuk protes terhadap kekerasan aparat, dengan partisipasi sejumlah kelompok mahasiswa lainnya.

Sehari sebelumnya, buruh menggelar aksi demonstrasi menuntut berbagai isu, mulai dari gaji anggota DPR, pendanaan pendidikan hingga program makanan sekolah. Aksi yang berlanjut hingga malam berujung bentrokan, di mana polisi menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa.

Di sisi lain, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta maaf atas insiden yang terjadi. Pihaknya kini tengah berupaya mencari keberadaan korban dan telah memerintahkan Propam untuk melakukan penanganan lebih lanjut. Ia juga menyampaikan penyesalan mendalam kepada korban, keluarga, dan seluruh komunitas ojek online.

“Sampai saat ini kami sedang minta Kapolda, Kadivpropam, dan Tim Pusdokes untuk mencari keberadaan korban,” kata Sigit dalam keterangannya, Kamis (28/8) malam.

Imbauan Kedubes AS

Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta turut mengeluarkan peringatan keamanan. Mengutip keterangan resmi dari laman Kebubes AS Jakarta, terdapat pengumuman mengenai penutupan lalu lintas di Jalan Jenderal Gatot Subroto mulai siang hingga malam hari.

Selain itu, tol dalam kota juga akan ditutup sementara pada siang hari. Kedubes AS juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan sejumlah langkah pengamanan, antara lain:

Kedubes AS mengimbau warga negara mereka di Indonesia untuk:

  1. Menghindari area sekitar protes dan demonstrasi.
  2. Memantau media lokal untuk mendapatkan pembaruan.
  3. Menghindari keramaian.
  4. Memberitahukan kondisi keselamatan kepada teman dan keluarga.
  5. Tetap waspada terhadap lingkungan sekitar.
  6. Mengetahui rute alternatif menuju lokasi umum dan menyiapkan rencana untuk menghindari gangguan lalu lintas.
  7. Berhati-hati di lokasi yang sering dikunjungi wisatawan.




Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...