Serapan Anggaran MBG Baru Rp 21 T, BGN Optimistis Bisa Capai Rp 99 T Akhir Tahun
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan, hingga hari ini pihaknya baru menyerap Rp 21 triliun untuk menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kalau serapan, alhamdulillah, hari ini sudah Rp 21 triliun,” kata Dadan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10).
Pada kesempatan yang sama, Dadan mengatakan akan ada tambahan serapan anggaran dalam lima hingga 10 hari ke depan sekitar Rp 5 triliun. Dia juga optimistis serapan anggaran MBG pada akhir tahun akan semakin besar.
“Di akhir tahun itu kami akan menyerap kurang lebih Rp 99 triliun,” kata dia.
Pada hari ini, Dadan mengikuti rapat kerja bersama Komisi IX DPR, dengan Menteri Kesehatan, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN RI, serta Kepala BPOM, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Dalam pemaparannya, Dadan mengatakan BGN telah membentuk 10.012 Satuan Penganan Pembunuhan Gizi (SPPG) yang ada di 38 provinsi, yang terdiri dari 509 kabupaten dan 7.022 kecamatan.
"Insyaallah penyerapannya juga akan semakin besar, karena satu SPPG berdiri maka penyerapannya akan bertambah antara Rp 900 juta sampai Rp 1 miliar,” kata Dadan dalam rapat.
Sedangkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, pemerintah tidak segan melakukan realokasi anggaran MBG jika penyerapan masih rendah. Evaluasi penyerapan akan dilakukan hingga Oktober 2025 untuk menentukan langkah selanjutnya.
“Kalau penyerapannya hanya sekian, ya kita ambil juga uangnya. Kita sebar ke tempat lain atau untuk mengurangi defisit, atau untuk mengurangi utang,” kata Purbaya di Gedung Kemenkeu, Jumat (19/
