Zulhas Sebut Kuota Pupuk Subsidi Masih Berlebih, Minta Petani Ajukan Tambahan

Ameidyo Daud Nasution
26 Oktober 2025, 12:16
pupuk, zulhas, petani
ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/app/foc.
Pekerja menata karung berisi pupuk urea di Gudang Lini III, Sumurpecung, Kota Serang, Banten, Jumat (10/1/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan kuota pupuk bersubsidi saat ini masih berlebih. Dia juga meminta petani segera mengajukan minat jika ingin menambah pupuk mereka.

Zulhas mengatakan, tahun ini pemerintah telah menaikkan kuota pupuk bersubsidi dari 4 juta ton menjadi 9,5 juta ton. Dia mengatakan, realisasi serapan pupuk bersubsidi hingga saat ini masih mencapai 6,3 juta ton.

"Stok masih sangat cukup. Kalau ada yang kurang lapor saja, tapi tidak boleh makelar, tengkulak," kata Zulhas di Jombang, Jawa Timur, Sabtu (25/10) malam dikutip dari Antara.

Zulhas juga mengatakan, realisasi jatah pupuk bersubsidi untuk wilayah Jatim baru 1,5 juta ton dari kuota 2 juta ton. Dia mengatakan, dari dialog dengan petani, mereka menginginkan tambahan pupuk bersubsidi.

"Pupuk banyak, stok penuh tapi tiap musim tanam tidak habis. Nanti dicek lagi," katanya.

Zulhas mengatakan, pemerintah telah memutuskan untuk menurunkan harga pupuk subsidi hingga 20%. Harga pupuk Urea saat ini turun dari Rp 112.500 per sak menjadi Rp 90 ribu per sak.

Sebelumnya, seorang petani di Desa Plosogenuk, Jombang, Koirul, berharap mendapatkan tambahan jatah pupuk bersubsidi. Hal ini karena ia merasa jatah yang diberikan masih kurang.

Petani lainnya, Karlan, juga berharap jatah pupuk bisa ditambah. Dia mengatakan selama ini dia harus menambah pupuk non subsidi untuk lahan pertaniannya.

"Kalau jatah empat karung biasanya kurang, jadi harus beli lagi yang nonsubsidi," katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...