Pemprov Diminta Petakan Pohon Tua Jakarta, Cegah Tragedi Dharmawangsa Terulang
Pakar Tata Kota Universitas Trisakti Yayat Supriyatna meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta melakukan pemetaan usia pohon agar kejadian pohon tumbang hingga mengakibatkan korban jiwa tak terulang kembali. Yayat mengatakan usulan ini sebelumnya pernah ia sampaikan beberapa tahun lalu.
Menurut Yayat usia pohon-pohon di Jakarta sudah berusia lebih dari 20 tahun dan perlu peremajaan. Bahkan menurut Yayat tak sedikit pula pohon di Jakarta yang berusia 30 tahun sehingga rawan tumbang.
“Saya dulu pernah mengingatkan bahwa beberapa tahun yang lalu bahwa di Jakarta itu perlu dilakukan pemetaan tentang usia pohonnya,” kata Yayat saat dihubungi Katadata.co.id, Jumat (31/10).
Yayat juga menyoroti tidak adanya dokter pohon untuk memeriksa kondisi pohon apakah sehat ataukah sudah dalam kondisi keropos. Ia juga menggarisbawahi proses pruning atau pemotongan bagian-bagian tanaman ketika sebelum memasuki musim penghujan sebagai bentuk mitigasi.
“Jadi kita kan harus pernah tahu bahwa mana dahan, mana pohon-pohon yang sebetulnya masih sehat, mana pohon yang sudah sakit dan perlu diperhatikan lagi kalau usia pohon sudah lebih dari 40 tahun atau 50 tahun. Ingat loh itu banyak pohon yang ditanam masa penghijauan tahun 70-an,” kata dia.
Yayat menyoroti usia pohon di Jakarta yang kebanyakan ditanam saat penghijauan di masa Gubernur Ali Sadikin. Sehingga perlu pendataan pohon, dalam hal ini bisa melibatkan perguruan tinggi.
Sebelumnya, dua orang meninggal dunia akibat tertimpa pohon tumbang di Jakarta dalam seminggu terakhir. Peristiwa pertama terjadi di kawasan Jalan Metro Pondok Indah pada Minggu (26/10) sore, seorang pengemudi mobil Lexus meninggal dunia setelah tertimpa pohon palem yang tumbang saat hujan deras di kawasan tersebut.
Peristiwa lainnya terjadi di Jalan Dharmawangsa Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (30/10) sore. Hujan lebat disertai angin kencang mengakibatkan pohon tumbang dan menimpa mobil, seorang pengemudi meninggal dunia.
Gubernur Jakarta Pramono Anung mengucapkan duka cita atas korban jika dari tumbangnya pohon di Jalan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (30/10). Pramono juga memerintahkan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) untuk memangkas pohon agar kejadian ini tak terulang lagi.
Pramono mengatakan pemangkasan akan dilakukan setiap hari pada pukul 10.00 hingga 14.00 WIB. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi rutin melakukan pemangkasan hanya pada hari Rabu.
Hingga akhir Oktober, sebanyak 62.161 pohon telah dipangkas dan 5.722 telah diperiksa kesehatannya. Pramono juga akan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bisa menggelar operasi modifikasi cuaca. Tujuannya untuk mencegah cuaca ekstrem dalam waktu dekat.
Sebelumnya, Pramono memerintahkan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota memasang penyangga di pohon yang sudah tua atau berisiko tumbang. Dia mengatakan, ada sekitar ribuan pohon di Jakarta yang perlu disangga.
"Mungkin ada 5.000-an pohon yang perlu penyangga. Kalau tidak, kejadian ini bisa terulang kembali," kata Pramono pada Senin (27/10).
