Pemerintah Targetkan Suplai Listrik di Aceh Usai Bencana Pulih Akhir Pekan Ini
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjamin pemulihan pasokan listrik di sejumlah wilayah Aceh yang terdampak banjir dan tanah lonsor dapat segera pulih pada akhir pekan ini. Menurut Bahlil, sejumlah daerah seperti Banda Aceh, Bireuen, dan sekitarnya akan mendapat pasokan listrik dari pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) Arun berkapasitas 200 megawatt.
Pemasok listrik tersebut akan menjadi sumber utama penyedia listrik bagi Banda Aceh dan Bireuen, yang saat ini tidak beroperasi lantaran lima unit jaringan transmisi atau sutet terendam banjir. "InsyaAllah besok malam sudah bisa listriknya. Paling lambat hari sabtu," kata Bahlil di Istana Merdeka Jakarta pada Kamis (4/12).
Bahlil menjelaskan pasokan listrik dari Arun dapat menggantikan suplai seterum lima sutet yang mengakomodir listrik bagi sekitar 600 ribu rumah tangga di wilayah Banda Aceh dan Bireuen. Ketua Umum Partai Golkar itu juga memproyeksikan suplai listrik dari Arun juga dapat menjangkau Kabupaten Aceh Tamiang.
"InsyaAllah itu juga bisa, kalau sudah ter-cover, masuk," ujar Bahlil.
Bahlil juga melaporkan pasokan listrik di sejumlah kawasan terdampak di Sumatera Utara seperti Kabupaten Tapanuli Tengah dan Sibolga sudah mulai pulih berkala. "Tapanuli Tengah sejak kemarin malam sudah menyala, tapi belum maksimal. Paling lambat juga hari sabtu sudah bisa. Di Sibolga kemarin sudah menyala dengan baik," kata Bahlil.
Lebih jauh Bahlil menjelaskan stok bahan bakar minyak (BBM) di kawasan bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berada di level ketahanan 7 hingga 8 hari. Pemerintah menggunakan berbagai cara untuk menjaga pasokan BBM tetap berjalan di lokasi terdampak bencana Sumatera. Salah satunya yakni menggunakan genset untuk menjalankan pompa BBM di SPBU yang listriknya padam.
Pemerintah juga menggunakan tangki BBM langsung untuk mendistribusikan ke titik-titik yang membutuhkan. Bahlil menamhakan, sistem barcode untuk pembayaran BBM subsidi Biosolar dan Pertalite kini dihapuskan sementara. “Kalau di Tapanuli Tengah sebagian pompa bensin sudah beroperasi 24 jam,” ujar Bahlil.
Ia juga menyampaikan status pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di wilayah terdampak bencana mulai kembali berjalan, meskipun belum sepenuhnya pulih. Bahlil menjelaskan kini terjadi perubahan alur distribusi LPG karena musibah bencana banjir.
Suplai LPG untuk sejumlah daerah di Sumatera Utara seperti Tapanuli Tengah, Nias dan Sibolga yang sebelumnya berasal dari Kilang Pertamina di Dumai, kini disuplai dari Sumatera Barat. “Sekarang kami ubah, ambil LPG-nya kami ambil dari Sumatera Barat yang sekarang menjadi hub, supaya semuanya bisa terdistribusi,” ujar Bahlil.
