BNPB: Korban Tewas Banjir Sumatera - Aceh Capai 1.157 Jiwa, Pengungsi 380 Ribu

Muhamad Fajar Riyandanu
2 Januari 2026, 17:14
Foto udara kerusakan area persawahan warga pasca bencana Desa Pasir, Kecamatan Tripe Jaya, Gayo Lues, Aceh, Sabtu (20/12/2025).
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc.
Foto udara kerusakan area persawahan warga pasca bencana Desa Pasir, Kecamatan Tripe Jaya, Gayo Lues, Aceh, Sabtu (20/12/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan jumlah korban tewas akibat banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga Jumat (2/1) mencapai 1.157 jiwa. Selain itu, sebanyak 165 orang dinyatakan hilang.

Jumlah korban meninggal di Provinsi Aceh mencapai 530 orang dan 31 lainnya masih dalam pencarian. Sedangkan di Sumatera Utara jumlah korban meninggal saat ini mencapai 365, sementara 60 lainnya masih hilang.

BNPB juga mencatat korban tewas Sumatera Barat yaitu 262 jiwa korban meninggal dunia serta 74 warga yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan operasi pencarian terhadap para korban masih terus dilakukan pada titik-titik yang sudah teridentifikasi oleh Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan.

“Korban jiwa per hari ini tidak ada penambahan korban jiwa. Korban hilang juga tidak ada perubahan,” kata Abdul Muhari dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring lewat Youtube BNPB Indonesia pada Jumat (2/1).

Ia juga melaporkan jumlah warga yang mengungsi dilaporkan mengalami penurunan. Tercatat sebanyak 73 jiwa telah kembali atau keluar dari lokasi pengungsian. “Total per hari ini 380.287 jiwa mengungsi,” ujar Abdul Muhari.

BNPB masih terus mendorong percepatan distribusi bantuan logistik ke wilayah terdampak bencana. Abdul Muhari mengatakan, hingga hari ini bantuan logistik yang telah disalurkan ke Aceh mencapai 19,6 ton, sementara ke Sumatera Utara sebanyak 30,2 ton. Adapun untuk Sumatera Barat, BNPB masih menghimpun data karena proses distribusi masih berlangsung.

Ia menambahkan, cadangan logistik alias buffer stock BNPB juga sudah ikut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan darurat di lapangan. Saat ini, BNPB juga tengah menghimpun kembali dukungan dari masyarakat serta pemerintah pusat dan daerah.

Menurut Abdul Muhari, langkah tersebut bertujuan agar kebutuhan yang disampaikan oleh pemerintah daerah dapat terus terpenuhi selama masa tanggap darurat.

“Kami sedang menghimpun kembali dukungan masyarakat dan juga dari pemerintah agar kebutuhan-kebutuhan yang disampaikan oleh pemerintah daerah bisa terus terpenuhi,” ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...