Pertamina sebut Aset Migas di Venezuela Tidak Terdampak Serangan AS

Mela Syaharani
5 Januari 2026, 07:55
pertamina, venezuela, maduro, amerika serikat
Pertamina
Gedung Pertamina
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pertamina mengatakan hingga saat ini aksi militer Amerika Serikat yang menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro tidak berdampak pada aset yang dimiliki mereka di negara Amerika Latin tersebut.

Anak usaha Pertamina yakni PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) mengelola salah satu aset migas di Venezuela. Pengelolaan ini berasal dari kepemilikan saham prioritas 71,09% di  Maurel & Prom (M&P). 

“Sehubungan dengan perkembangan situasi terkini, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela,” kata Manager Relations Pertamina Internasional EP (PIEP) Dhaneswari Retnowardhani dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (5/1).

Kendati demikian, PIEP akan memantau secara cermat terhadap dinamika situasi yang berkembang. Mereka juga menjalin koordinasi yang berkelanjutan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas.

“Sebagai bagian dari langkah kehati-hatian dan komitmen perusahaan dalam memastikan keselamatan serta keberlangsungan operasional,” ujarnya.

Maduro  ditangkap dalam sebuah operasi pada Sabtu (3/1) dini hari oleh militer AS. Presiden AS Donald Trump mengatakan Negeri Abang Sam akan memimpin Venezuela untuk sementara waktu dan akan memanfaatkan cadangan minyak negeri Amerika Latin tersebut. 

Usai menangkap Maduro, Trump mengungkapkan rencananya untuk menjual sejumlah besar minyak Venezuela ke negara lain.

“Kami akan menjalankan negara ini sampai saatnya dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” kata Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago seperti dikutip dari Associated Press, Sabtu (4/1).

Dari data Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC), cadangan minyak global mencapai 1,57 triliun barel pada 2024. Cadangan minyak paling banyak berada di wilayah Venezuela dengan volume 303,22 miliar barel atau setara 19% dari total cadangan global.

Berbicara minyak, saat ini hanya satu perusahaan minyak dan gas bumi AS yang beroperasi di Venezuela yaitu Chevron. Mereka di bawah lisensi terbatas yang dikeluarkan oleh pemerintahan Trump dan disetujui Venezuela.

Dengan rencana Trump, maka ada potensi lebih banyak raksasa migas AS masuk ke Venezuela. Meski demikian, Chevron belum mau berkomentar banyak soal rencana tersebut.

"Chevron tetap fokus pada keselamatan dan kesejahteraan karyawan kami, serta integritas aset kami,” kata juru bicara perusahaan pada Sabtu (3/1) dikutip dari CNBC.

Sedangkan raksasa migas lain dari AS, ConocoPhillips tengah memantau situasi Venezuela dan pengaruhnya terhadap stabilitas energi global.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...