Prabowo Evaluasi Proyek Swasembada Pangan, Energi, hingga MBG di Retret Kabinet

Muhamad Fajar Riyandanu
6 Januari 2026, 15:03
Presiden Prabowo Subianto, retret, kabinet merah putih, evaluasi
YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto mengundang seluruh jajaran Kabinet Merah Putih untuk mengikuti retret di Hambalang pada Selasa (6/1).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto mengundang jajaran menteri, wakil menteri, dan kepala badan untuk mengikuti kegiatan retret Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (6/1). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan, retret ini adalah forum pengarahan sekaligus evaluasi kinerja pemerintahan selama satu tahun terakhir.

"Diawali dengan melakukan evaluasi terhadap seluruh program, kinerja pemerintah selama satu tahun masa kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo dan Mas Wapres Gibran Rakabuming Raka," kata Prasetyo kepada wartawan sebelum pelaksanaan retret. 

Menurut dia, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari retret kabinet yang sebelumnya digelar di Akademi Militer Magelang pada awal masa pemerintahan Oktober 2024. Prabowo sebenarnya menghendaki retret kabinet dilakukan secara rutin.

Prasetyo menjelasan, jajaran kabinet diminta menyampaikan laporan perkembangan pelaksanaan program masing-masing selama satu tahun terakhir dalam retret ini. Adapun salah satu materi utama yang dibahas berkaitan dengan swasembada pangan.

"Swasembada pangan ini adalah untuk pertama kalinya kita tidak impor beras di tahun 2025. Dan kita berharap hal ini juga bisa dipertahankan di 2026," ujarnya.

Selain pangan, pemerintah juga mengevaluasi capaian swasembada energi. Prasetyo Hadi menyebut, target lifting migas yang ditetapkan dalam APBN 2025 dapat terlampaui.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga akan menjadi salah satu fokus pembahasan. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat dari target 82,9 juta orang. Pemerintah menargetkan seluruh sasaran dapat terpenuhi pada 2026.

Menurut dia, Prabowo juga meminta laporan terkait realisasi hilirisasi industri. "Ada beberapa proyek hilirisasi di bulan Januari ini akan dilakukan groundbreaking," ujarnya.

Agenda lain yang turut dibahas adalah pelaksanaan Sekolah Rakyat. Program tersebut saat ini telah berjalan di 166 lokasi. Pemerintah menargetkan penambahan sekitar 104 titik baru pada 2026.

Prasetyo menyebutkan bahwa Prabowo juga turut memberi perhatian khusus pada pemulihan serta percepatan rekonstruksi dan rehabilitasi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sebelumnya terdampak bencana banjir.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...