Korban Banjir Sumatra Terpapar Campak hingga TBC, Menkes akan Genjot Imunisasi

Ade Rosman
7 Januari 2026, 18:06
banjir, sumatra, imunisasi, campak, tbc
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc.
Menteri Kesehetan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pelayanan kesehatan pascabencana banjir dan longsor saat konferensi pers di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan sejumlah penyakit menular mulai membayangi korban bencana banjir bandang Sumatra. Oleh sebab itu, Menkes memerintahkan agar imunisasi kepada masyarakat terdampak banjir dipercepat.

Budi mengatakan, berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah penyakit menular yang mulai ditemukan adalah campak hingga tuberkulosis (TBC). 

"Campak ada. TBC kami temukan juga, sama leptospirosis,” kata Budi dalam konferensi pers update penanganan banjir Sumatra di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Rabu (7/1). 

Leptospirosis merupakan penyakit infeksi akibat bakteri Leptospira. Penyakit ini umumnya ditularkan melalui kontak dengan air, tanah, atau makanan yang terkontaminasi urine hewan terinfeksi. 

Sedangkan campak merupakan penyakit infeksi virus ditandai demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan ruam merah di seluruh tubuh. Penyakit ini menyebar lewat udara. 

“Yang kita paling khawatir itu yang campak. Karena itu penularannya cepat sekali dan itu bisa mematikan kalau di anak-anak kalau terlambat ditangani,” kata Budi. 

Mengantisipasi hal itu, Kementerian Kesehatan mulai melakukan imunisasi khusus di daerah yang teridentifikasi campak. "Kami lakukan imunisasi khusus untuk daerah-daerah yang diidentifikasi campak pada anak-anak,” kata Budi. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...