Cegah Banjir, Pramono Siapkan Anggaran Modifikasi Cuaca Selama 30 Hari

Tia Dwitiani Komalasari
14 Januari 2026, 06:09
Warga menggendong anaknya saat melintasi banjir yang merendam wilayah Cilandak Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (12/1/2026). Banjir setinggi 20-70 sentimeter yang menggenangi kawasan tersebut disebabkan oleh curah hujan tinggi dan mel
Katadata/Fauza Syahputra
Warga menggendong anaknya saat melintasi banjir yang merendam wilayah Cilandak Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (12/1/2026). Banjir setinggi 20-70 sentimeter yang menggenangi kawasan tersebut disebabkan oleh curah hujan tinggi dan meluapnya Kali Krukut.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan modifikasi cuaca selama lima hari ke depan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi banjir. Jika diperlukan, Gubernur DKI Jakarta Pramono bahkan sudah menyiapkan anggaran modifikasi cuaca hingga 30 hari ke depan.

Menurut Pramono, kebijakan itu lebih baik dibandingkan dengan dampak banjir yang akan terjadi apabila tak dilakukan modifikasi cuaca.

“Katakanlah kalau harus tiap hari modifikasi cuaca akan kami lakukan. Karena hitungan yang kami lakukan, dampak banjir dibandingkan dengan melakukan modifikasi cuaca, maka lebih baik dilakukan modifikasi cuaca,” kata Pramono di Jakarta Pusat, Selasa (13/1).

 Untuk sementara, Pramono sudah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan modifikasi cuaca selama lima hari. Modifikasi cuaca sudah mulai dilakukan pada Selasa (14/1) dan akan terus dilakukan hingga Sabtu (17/1).

Pramono bahkan mengklaim, apabila modifikasi cuaca tak dilakukan, durasi hujan mungkin akan lebih panjang dari yang terjadi beberapa hari kemarin. Selain itu, dampak yang akan terjadi juga akan lebih dari banjir yang sudah terjadi jika modifikasi cuaca tak segera dilakukan.

 “Hari ini terus terang saja, kalau hari ini tidak dilakukan modifikasi cuaca, nggak mungkin hujan hanya sebentar seperti tadi,” kata Pramono.

Pramono menjelaskan, modifikasi cuaca dilakukan berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperingatkan soal cuaca ekstrem di Jakarta. Pramono pun berharap, upaya tersebut dapat membuat banjir di Jakarta lebih tertangani dengan baik.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...