Skema MBG selama Ramadan: Siswa Muslim Bawa Pulang Makanan Kering

Kamila Meilina
29 Januari 2026, 15:04
MBG
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.
Seorang guru membagikan ompreng berisi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dibagikan kepada para murid di SD Negeri 1B 152982 di Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Selasa (27/1/2026). Sebanyak 104 murid mulai mendapatkan paket MBG di sekolahnya yang terdampak bencana untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka pascabencana.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah memastikan Program Makan Bergizi (MBG) tetap berjalan selama Bulan Ramadan dengan skema penyesuaian waktu dan jenis makanan, khususnya bagi penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan, keputusan itu diambil karena aktivitas sekolah tetap berlangsung selama Ramadan. Penyesuaian dilakukan agar program tetap berjalan tanpa mengganggu ibadah puasa.

“Untuk siswa Muslim yang berpuasa, makanan yang diberikan berupa makanan kering. Sementara sekolah-sekolah di wilayah yang mayoritas tidak berpuasa tetap mendapatkan layanan seperti biasa,” kata dia dalam Rapat Koordinasi Terbatas Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis di Jakarta Pusat, Kamis (29/1). 

“Begitu pula bagi balita dan ibu hamil yang tetap menerima makanan bergizi tanpa perubahan,” ujarnya menambahkan. 

Penyesuaian waktu juga dilakukan untuk satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang berada di lingkungan pesantren. Penyaluran makanan di pesantren digeser ke sore hari dan diberikan saat waktu berbuka puasa. 

Ia menegaskan, tidak ada perubahan substansi program, melainkan hanya pengaturan waktu dan jenis makanan di beberapa segmen penerima. Kendati demikian, ketua umum Parta Amanat Nasional (PAN) itu belum menjelaskan secara terperinci lagi terkait anggaran penyaluran MBG selama Ramadan. 

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menjelaskan, khusus SPPG di pesantren, karena penerima manfaatnya bersifat lokal, penyaluran makanan digeser ke sore hari dengan menu normal. “Itu akan dibagikan di siang hari pada saat anak sekolah Untuk dibawa pulang, untuk menjadi menu pada saat buka,” kata dia. 

Adapun contoh makanan kering yang diberikan selama Ramadan antara lain kurma, telur rebus, telur asin atau pindang, buah, susu, dan abon.

Hingga saat ini, pemerintah mencatat jumlah SPPG telah mencapai 22.091 unit dengan total penerima manfaat lebih dari 60 juta orang. Program MBG juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Sebanyak 32.000 tenaga kerja P3K telah diproses, sementara tenaga kerja langsung di SPPG tercatat mencapai 924.424 orang. Selain itu, terdapat 68.551 pemasok yang sebagian besar merupakan pelaku UMKM, serta 21.413 mitra yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...