Purbaya Ungkap Perilaku PNS Kemenkeu Nakal: Punya Safe House hingga Emas 3 Kg

Ade Rosman
6 Februari 2026, 20:30
purbaya, ditjen bea cukai, kpk,
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat mengikuti sidang aduan kanal Debottlenecking Satgas P2SP di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bercerita mengenai perilaku beberapa oknum Pegawai Negeri Sipil atau PNS nakal di kementeriannya, yang terjaring operasi tangkap tangan alias OTT KPK. Ada yang menerima suap, memiliki safe house alias rumah aman, dan emas tiga kilogram.

“Ada safe house, uang sekian rupiah, emas tiga kilogram, dan lain-lain. Artinya, kami belum bersih,” kata Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (6/2).

KPK sebelumnya melakukan OTT di lingkungan Direktorat Jenderal atau Ditjen Bea Cukai Kemenkeu pada Rabu (4/2). Salah satu orang yang ditangkap dalam OTT yakni Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Barat Rizal.

Sebanyak enam dari 17 orang yang ditangkap ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait impor barang KW di lingkungan Ditjen Bea Cukai atau DJBC.

Keenam orang itu di antaranya:

  1. Rizal (RZL) selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode 2024 - Januari 2026
  2. Sisprian Subiaksono (SIS), Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan DJBC
  3. Orlando Hamonangan (ORL), Kepala Seksi Intelijen DJBC
  4. John Field (JF), pemilik Blueray Cargo
  5. Andri (AND), Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo
  6. Dedy Kurniawan (DK), Manajer Operasional Blueray Cargo

Saat OTT, KPK juga menyita sejumlah aset dengan total nilai Rp 40,5 miliar. Aset terdiri atas Rp 1,89 miliar dalam bentuk tunai, uang US$ 182.900, uang S$ 1,48 juta, dan uang 550.000 yen.

Selain itu, ada 2,5 kilogram logam mulia dengan nilai sekitar Rp7,4 miliar, 2,8 kilogram logam mulia bernilai sekitar Rp8,3 miliar, serta satu unit jam tangan Rp 138 juta.

Dalam OTT itu, KPK menemukan amplop, namun belum diketahui akan diberikan kepada siapa. KPK pun menelusuri aliran uang kasus dugaan suap impor barang KW itu, tidak sebatas pada Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Ditjen Bea Cukai Kemenkeu.

Oknum Ditjen Bea Cukai diperkiraan menerima Rp 7 miliar sebagai’ jatah’ bulanan dari PT Blueray Cargo usai meloloskan barang impor kualitas KW agar mudah masuk ke Indonesia.

Komisi antirasuah itu juga menduga pegawai Ditjen Bea dan Cukai menyediakan rumah aman atau safe house yang diperkirakan untuk menyimpan barang-barang seperti uang dan logam emas.

KPK akan memastikan sosok pemilik dari rumah aman itu.

Cara Purbaya Bersih-bersih Kemenkeu

Purbaya mengatakan, salah satu cara membersihkan Kemenkeu dari oknum nakal yakni melakukan perombakan. Yang teranyar, ia merotasi lebih dari 40 pegawai pajak pada hari ini.  

“Kedepan saya harapkan dengan adanya rotasi ini semua teman-teman memperbaiki image bea cukai maupun pajak,” kata Purbaya saat pelantikan.

Purbaya menyoroti adanya kasus pegawai Kemenkeu terjerat dugaan kasus hukum. 

“Ini terjadi berkali-kali dan sepertinya kalau kami tidak hati-hati akan terjadi terus. Kalau di masa lalu, pimpinannya tidak kena. Ini kami tunggu yang Kalimantan sampai mana prosesnya,” kata dia.

Purbaya berkomitmen akan terus mengawasi kinerja anak buahnya, ia menyatakan tak akan pandang bulu hingga ke level jabatan tinggi.

“Pada akhirnya kalau begini terus, dirjen-dirjen dan saya juga kena, tidak bisa lari. Tapi sekarang, kami coba memperbaiki sifatnya,” kata Purbaya. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...