RI akan Ekspor Beras hingga Bumbu ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji
Pemerintah berencana mengimpor 2.000 ton beras untuk keperluan Ibadah Haji 2026 dari Indonesia. Seluruh beras asal Indonesia tersebut akan memberi makan sekitar 203.000 jemaah selama 40 hari ibadah haji.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan anggaran importasi tersebut akan ditanggung vendor haji di Arab Saudi. "Kemarin kami sudah hitung kebutuhan beras asal Indonesia selama ibadah haji dan belum banyak, sekitar 2.000 ton untuk 203.000 jamaah selama 40 hari," kata Irfan di Gedung DPR, Selasa (10/2).
Irfan mengatakan, ekspor beras ke Arab Saudi dari Indonesia bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, dan Kementerian Koordinator Bidang pangan. Menurutnya, pengiriman beras menjadi penting untuk meningkatkan kenyamanan jemaah melaksanakan ibadah haji.
Pemerintah juga berencana meningkatkan impor bumbu dari Indonesia ke Arab Saudi pada tahun ini dari capaian 2025 sejumlah 400 ton menjadi 600 ton. RI juga akan menambah satu komoditas pangan lagi untuk kebutuhan jamaah lokal di Tanah Suci, yakni ikan patin.
"Kami upayakan segala macam pangan tidak ambil dari negara lain pada tahun ini, tapi dari Indonesia. Langkah ini bertujuan agar masyarakat kita bisa merasakan manfaat dari haji," kata Irfan.
Perum Bulog akan memanfaatkan fasilitas penggilingan milik PT Wilmar Group untuk memenuhi standar mutu beras yang akan diekspor bagi kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, seluruh jemaah haji Indonesia mulai 2026 akan menggunakan beras produksi dalam negeri.
“Insyaallah tahun ini Bulog stoknya lebih dari 4 juta ton. Kita akan bekerja keras agar jemaah haji kita menggunakan beras Indonesia,” kata Zulhas di kantornya, Senin (9/2).
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan ekspor perdana dijadwalkan berlangsung pada pekan ketiga Februari 2026 dengan volume awal 2.280 ton.
