Kemlu Akan Evakuasi WNI dari Iran, Tak Evakuasi dari Timur Tengah

Andi M. Arief
6 Maret 2026, 13:29
Masyarakat Iran berkumpul di Lapangan Enghelab, pada Minggu (1/3), setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei terbunuh dalam serangan Israel dan AS pada hari Sabtu (28/2), di Teheran, Iran.
Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS
Masyarakat Iran berkumpul di Lapangan Enghelab, pada Minggu (1/3), setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei terbunuh dalam serangan Israel dan AS pada hari Sabtu (28/2), di Teheran, Iran.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Luar Negeri akan memulai evakuasi Warga Negara Indonesia atau WNI di Iran mulai pekan depan melalui jalur darat. Sebanyak 329 WNI saat ini berada di Iran dengan mayoritas merupakan pelajar.

Evakuasi tahap pertama sebanyak 32 orang WNI di Iran. "Kami akan update kapan peserta evakuasi tahap pertama tiba di dalam negeri," kata Plt Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Henny Hamidah dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (6/3).

Henny menyampaikan evakuasi tahap pertama akan melalui jalur darat melalui Baku, Azerbaijan. Namun rute evakuasi masih dapat berubah-ubah sesuai dengan perkembanga situasi di lapangan.

Walau demikian, fokus utama evakuasi tahap pertama adalah menuju bandara internasional yang membuka rute penerbangan ke dalam negeri. Karena itu, Henny menekankan proses evakuasi WNI dari Iran akan dilakukan secara bertahap.

"KBRI Teheran akan melakukan engagement dan outreach dengan WNI yang masih di Teheran, baik WNI yang menetap maupun WNI yang kebetulan berada di Iran saat ini," ujarnya.

Di samping itu, Henny mencatat ada beberapa WNI yang terlantar akibat ditutupnya rute penerbangan dari Iran. Menurutnya, sebagian WNI tersebut telah mendapatkan akomodasi dan konsumsi dari maskapai maupun perwakilan pemerintah di Tanah persia.

Lebih dari 500 Ribu WNI Berada di Timur Tengah

Kemlu mencatat sebanyak 519.042 orang berada di kawasan Timur Tengah. Mayoritas WNI di kawasan Negara-Negara Teluk berada di Arab Saudi.

Kemlu belum berencana evakuasi WNI di Timur Tengah. "Kami belum menerima permintaan evakuasi dari WNI di negara lain di TImur Tengah. Sejauh ini, informasi yang kami terima adalah WNI yang terlantar di bandara karena disrupsi penerbangan," kata Henny.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemenlu Abdul Kadir Jailani mengatakan mayoritas pemerintah di Timur Tengah tidak merekomendasikan melakukan evakuasi saat ini.

Abdul menjelaskan mayoritas pemerintah Negara-Negara Teluk menyarankan warga negara asing untuk tetap berada di rumah dengan tenang. Abdul menemukan setiap pemerintah di Timur Tengah telah menyiapkan bantuan keperluan setiap bagi warga negara asing selama bertahan.

"Setiap pemerintah di Timur Tengah sangat sadar dan progresif terkait imbauan ke warga negara asing untuk tetap tenang, aman, dna mereka akan memberikan keperluan bagi WNA yang bertahan," katanya.

Menurut jaringan media Timur Tengah Al Jazeera, sampai 5 Maret 2026, serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel telah membunuh 1.230 warga Iran.

Korban jiwa juga banyak tercatat di Lebanon, setidaknya mencapai 77 orang. Menurut Al Jazeera, korban meninggal di Lebanon ini diakibatkan oleh serangan udara Israel.

Israel menyerang Lebanon setelah kelompok militan di negara tersebut, yaitu Hizbullah, meluncurkan roket dan drone ke Israel sebagai pembalasan atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam perang ini.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...