Prabowo Siapkan Utusan Khusus Presiden untuk Awasi Tiap BUMN

Muhamad Fajar Riyandanu
11 Maret 2026, 22:26
Presiden Prabowo Subianto menyapa wartawan saat bersiap menyambut kedatangan mantan presiden untuk bersilahturahmi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Selain silahturahmi, dalam kesempatan tersebut Presiden Prabowo juga berdiskusi
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/YU
Presiden Prabowo Subianto menyapa wartawan saat bersiap menyambut kedatangan mantan presiden untuk bersilahturahmi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Selain silahturahmi, dalam kesempatan tersebut Presiden Prabowo juga berdiskusi isu terkini bersama para mantan presiden dan wapres.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto berencana menunjuk utusan khusus presiden di setiap badan usaha milik negara (BUMN). Hal itu dilakukan guna memperkuat pengawasan terhadap pengelolaan investasi negara yang berada di bawah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Langkah tersebut diharapkan dapat memperketat sistem pengawasan terhadap pengelolaan aset negara agar tidak terjadi kebocoran. Prabowo menyampaikan hal tersebut saat memberikan arahan acara 'Tasyakuran Satu Tahun Danantara Indonesia' di Wisma Danantara, Jakarta, pada Rabu (11/3).

"Mungkin akan saya tunjuk nanti utusan-utusan khusus untuk di tiap BUMN yang kita kelola. Kita harus mengawasi karena ini adalah darah bangsa Indonesia," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, Danantara saat ini menjadi salah satu lembaga nasional yang paling diawasi di Indonesia. Pengawasan tersebut tidak hanya dilakukan melalui dewan pengawas internal, tetapi juga melibatkan sejumlah lembaga negara.

Ia menyebut dewan pengawas Danantara diisi oleh sejumlah menteri koordinator sehingga dinilai memiliki kekuatan dalam menjalankan fungsi pengawasan. Selain itu, lembaga pengawasan seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) juga diminta secara aktif memeriksa pengelolaan Danantara.

"Saya juga minta BPK dan BPKP masuk keluar, awasi. Kejaksaan, polisi, Panglima TNI semua ikut mengawasi," ujar Prabowo.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo mengingatkan para pengelola Danantara agar selalu berhati-hati dan menjaga dan mengelola kekayaan negara. Ketua Umum Partai Gerindra itu turut mengingatkan tidak sedikit sovereign wealth fund di berbagai negara mengalami kerugian akibat tata kelola yang buruk.

"Saya titip kewapadaan, eling dan waspada. Ingat harapan seluruh bangsa, seluruh rakyat di pundak Saudara-saudara. Saudara menjaga dan mengelola kekayaan anak dan cucu dan cicit kita," ujar Prabowo.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...