Prabowo Janji Reformasi Besar-besaran TNI dan Polri
Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmen untuk membenahi lingkup aparat penegak hukum termasuk Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Prabowo mengatakan, pembenahan menjadi langkah untuk memperkuat fondasi negara dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Ia menilai, reformasi tidak hanya terbatas pada satu institusi, melainkan mencakup seluruh perangkat negara yang memiliki peran dalam penegakan hukum.
Hal itu disampaikan Prabowo saat berdiskusi bersama sejumlah pakar dan jurnalis senior di kediamannya, di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (17/3) malam hingga Rabu (18/3) dini hari.
“Yang ingin saya lakukan yakni transformasi bangsa. Saya ingin memperbaiki kondisi bangsa itu semua termasuk di situ adalah alat-alat penegak hukum,” kata Prabowo dalam keterangan pers, dikutip Senin (23/3).
Ketua Umum Partai Gerindra itu berpandangan keberadaan lembaga penegak hukum yang profesional dan berintegritas menjadi syarat mutlak bagi negara yang kuat dan berhasil.
Ia menjamin tidak akan ada toleransi terhadap pelanggaran hukum, termasuk yang dilakukan oleh aparat negara.
“Mungkin beberapa oknum dia punya kekuatan, dia bisa berbuat seenaknya, tapi ratusan ribu polisi yang lain terkena nama jeleknya,” katanya.
Prabowo memberikan kesempatan kepada setiap institusi untuk melakukan perbaikan secara internal. Namun, apabila tidak ada perubahan, kata dia, pemerintah akan mengambil langkah tegas.
"Saya pertama ingin memberi kesempatan tiap lembaga membersihkan diri. Kamu bisa memperbaiki diri enggak? Kalau kamu memperbaiki diri saya kasih kesempatan," kata Prabowo.
Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan di lapangan, termasuk terhadap praktik-praktik ilegal yang seharusnya dapat dicegah oleh peralatan. Ia mencontohkan kasus tambang. Dalam upaya pembenahan tersebut, Prabowo mengaku tak pandang bulu.
“Anda bisa lihat sudah berapa jenderal, bintang 3, bintang 2 yang kita pecat yang kita serahkan ke kejaksaan,” kata Prabowo.
