Pemerintah akan Coret Penerima Bansos yang Main Judol, Data Telah Dikantongi
Pemerintah akan mencoret nama penerima bantuan sosial (bansos) yang aktif bermain judi online (judol) dari daftar penerima bantuan. Mereka juga telah mengantongi data lengkap penerima yang menggunakan dana bansos untuk judi online.
Keterangan tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), sebelum bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (12/5).
"Yang menggunakan bantuan sosial untuk judol, langsung otomatis dicoret dari penerima bantuan," kata Cak Imin," sebelum memasuki gerbang Istana.
Dia menyebutkan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengantongi data lengkap mengenai penerima yang menggunakan dana bansos untuk judol. "Di Kemensos, lengkap," ujarnya.
Kemensos pada Juli 2025 lalu telah menghentikan penyaluran bansos kepada lebih dari 200 ribu penerima manfaat yang diduga menyalahgunakan dana tersebut untuk berjudi online. Keputusan ini diambil setelah dilakukan verifikasi data oleh Kemensos bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Pencocokan itu melibatkan 30 juta data Nomor Induk Kependudukan (NIK) penerima bansos dengan 9 juta NIK yang terafiliasi dengan judi online.
Pada pertengahan 2025, Kemensos dan PPATK telah mencocokkan 28,4 juta NIK penerima bansos dengan 9,7 juta NIK pemain judol sepanjang 2024, dan menemukan 571.410 NIK yang identik. Angka ini setara 2% penerima bansos terdaftar sebagai pemain judi online.
Cak Imin juga mengatakan dirinya bakal menyampaikan laporan terkait upaya pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja,hingga peningkatan produktivitas UMKM.
Dia juga akan melaksanakan program 1.001 titik pasar rakyat. Program itu ditujukan untuk membantu pelaku UMKM memperoleh akses pasar yang lebih berkembang dan kompetitif.
Selain itu, pemerintah juga terus memperluas dukungan melalui subsidi pelatihan dan kemudahan akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil dan menengah. "Subsidi di bidang pelatihan dan juga akses permodalan yang akan terus kita dorong," kata Cak Imin sebelum memasuki gerbang masuk Istana.
Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga disebut terus mengalami peningkatan guna mendukung pertumbuhan UMKM nasional. Cak Imin pun menyebutkan akan ada penyaluran KUR secara serentak kepada ribuan pelaku UMKM di Bali dalam waktu dekat.
"KUR terus meningkat dan kita akan terus tingkatkan KUR untuk UMKM kita. Besok pagi, 1.000 UMKM akan menerima KUR di Bali," ujarnya.
