Rapat 3 Jam dengan Prabowo, Bos BI Yakin Rupiah Segera Stabil

Muhamad Fajar Riyandanu
18 Mei 2026, 20:51
Rupiah
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, memberikan keterangan pers seusai melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, merasa optimistis stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga meski menghadapi dinamika eksternal. Hal itu disampaikannya setelah menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (18/5).

“Yakin (rupiah) stabil,” kata Perry kepada wartawan.

Pertemuan yang berlangsung kurang lebih tiga jam itu turut dihadiri oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Selain itu, turut serta Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani; Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, serta; Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto.

Nilai tukar rupiah belakangan secara konsisten melemah hingga mendekati level 17.700 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Berdasarkan data berkala Bloomberg, kurs rupiah hari ini ditutup melemah 0,4% ke level 17.666 per dolar AS. Rupiah dibuka di level 17.628 per dolar AS dan sempat bergerak di rentang 17.627 hingga 17.684 per dolar AS.

Siapkan Rp 2 Triliun untuk Intervensi Pasar Obligasi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku sempat ditanya Prabowo ihwal kondisi nilai tukar rupiah dalam rapat tersebut. Namun, menurut Purbaya, pembahasan tidak berfokus pada rupiah, melainkan pada kondisi ekonomi secara keseluruhan yang dinilai tetap kuat.

“Rupiah hanya ditanya bagaimana, kondisi ekonomi bagus. Fondasi ekonomi betul-betul bagus,” ujar Purbaya.

Bendahara negara itu mengatakan, pemerintah hanya perlu memperkuat strategi komunikasi atau sosialisasi kepada pasar dan investor agar persepsi terhadap perekonomian tetap terjaga ke depannya.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) 2020-2025 itu menyampaikan telah menyiapkan langkah untuk meredam pelemahan nilai tukar rupiah. Salah satunya melalui  intervensi penyaluran dana Bond Stabilization Fund (BSF) senilai Rp 2 triliun per hari di pasar obligasi. Uang ini nantinya untuk surat berharga negara (SBN) atau surat utang yang dilepas oleh asing.

“Saya minta masuk Rp 2 triliun setiap hari. Kita lihat seberapa jauh kita butuh masuk ke sana. Kan saya punya Rp 420 triliun cash yang bisa saya putar di sana,” ujar Purbaya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...