Pemprov DKI Rilis Program Pemagangan 2026, Gaet 1.000 Lulusan SMA Sederajat
Kabar baik bagi para lulusan SMA di Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baru saja meresmikan Program Pemagangan Dalam Negeri bagi lulusan SMA sederajat. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi pesertanya melalui pengalaman kerja langsung di perusahaan.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati, yang membuka program tersebut menyampaikan, peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami budaya kerja, disiplin, dan keterampilan yang dibutuhkan industri secara langsung.
“Program ini juga menjadi salah satu upaya menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus menjawab tantangan ketenagakerjaan, khususnya fenomena skill mismatch antara kebutuhan dunia kerja dan kompetensi pencari kerja,” ujarnya, Senin, 4 Mei 2026 di Aula Gelora Bung Karno, Kantor Pusat PT Transjakarta Jakarta.
Suharini mengapresiasi seluruh perusahaan mitra yang telah berpartisipasi dalam program ini. Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dinilai menjadi kunci dalam menekan angka pengangguran serta menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di pasar kerja.
“Semoga semua peserta memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh sebagai momentum emas untuk menambah ilmu, keterampilan, dan pengalaman kerja. Dengan semangat belajar dan disiplin tinggi, kami berharap generasi muda mampu menjadi talenta unggul yang dibutuhkan perusahaan,” jelasnya.
Sebanyak 1.000 peserta terpilih mengikuti program tersebut setelah melalui proses seleksi dari total 10.390 pendaftar. Ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kesempatan peningkatan kompetensi kerja yang difasilitasi pemerintah daerah.
Pelaksanaan pemagangan akan berlangsung selama enam bulan, mulai 4 Mei 2026 hingga 31 Oktober 2026, dan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan 67 perusahaan penyelenggara pemagangan dari berbagai sektor usaha, seperti perhotelan, Food and Beverage (F&B), transportasi, jasa, perdagangan, manufaktur, dan sektor strategis lainnya.
“Keterlibatan dunia industri ini diharapkan dapat membuka peluang penyerapan tenaga kerja yang lebih besar bagi para peserta setelah program selesai,” tambah Suharini.
Peserta mendapatkan fasilitas sesuai ketentuan program pemagangan yang diatur dalam Keputusan Gubernur Daerah Khusus Ibukota DKI Jakarta Nomor 1152 Tahun 2025. Selain mendapatkan uang saku sejumlah Rp 2.500.000/bulan selama enam bulan, peserta juga mendapatkan jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Perluasan Program Pemerintah Pusat
Program Pemagangan Dalam Negeri dirancang agar peserta memiliki pengalaman dan kompetensi awal sekaligus mendukung program pemagangan pemerintah pusat yang belum menyasar kelompok lulusan SMA Sederajat.
“Kelompok lulusan SMA sederajat merupakan salah satu segmen usia kerja produktif yang membutuhkan jembatan masuk ke dunia kerja. Kelompok ini secara persentase menyumbang hampir 70% dari pengangguran yang ada di DKI Jakarta,” terang Suharini.
Melalui program pemagangan, peserta akan memperoleh pengalaman kerja nyata, peningkatan keterampilan, serta pemahaman terhadap budaya kerja di dunia usaha dan industri.
Program Pemagangan Dalam Negeri Tahun 2026 juga menjadi bukti komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif, produktif, dan berdaya saing, sejalan dengan visi menjadikan Jakarta sebagai kota global yang maju dan inklusif.
Keberhasilan program ini diukur dari tingkat kehadiran peserta, penyelesaian program, peningkatan kompetensi, kepuasan perusahaan, dan tingkat penyerapan kerja alumni pasca pemagangan. Lebih dari 70% alumni pemagangan diharapkan dapat diserap oleh perusahaan.
