BGN Evaluasi Dapur MBG, Kumpulkan Data SPPG yang Berpotensi Ditutup

Muhamad Fajar Riyandanu
9 Juni 2026, 14:47
mbg, sppg, nanik s deyang
ANTARA FOTO/Maulana Surya/kye
Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menata menu Makan Bergizi Gratis (MBG) saat dipamerkan di Graha Wisata Niaga, Solo, Jawa Tengah, Minggu (10/5/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mengevaluasi kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menyampaikan pihaknya masih mengumpulkan data dari seluruh SPPG sebelum mengambil keputusan lebih lanjut, termasuk menutup SPGG bermasalah.

Nanik belum dapat memberikan angka pasti mengenai jumlah dapur MBG yang operasinya akan dihentikan nantinya. “Masih dalam tahap evaluasi, dikumpulkan dulu datanya,” kata Nanik lewat pesan singkat WhatsApp pada Selasa (9/6).

Ia mengatakan BGN mempertimbangkan sejumlah aspek teknis dan operasional dalam proses evaluasi tersebut. Beberapa faktor yang menjadi perhatian antara lain luas dapur, kelengkapan peralatan, serta lokasi SPPG. “Faktor yang menjadi pertimbangan yakni luas dapur, peralatan, lokasi, dan lain-lain,” ujar Nanik.

Nanik belum dapat menentukan jadwal atau tahapan pasti penutupan SPPG ke depannya. Menurutnya, proses evaluasi masih berlangsung sehingga belum ada keputusan mengenai waktu pelaksanaan penutupan.“Masih dievaluasi, kok bicara termin,” kata Nanik.

Nanik sebelumnya mengatakan BGN bakal menghentikan sementara pembukaan SPPG atau dapur baru dalam Program MBG. Ia mengatakan langkah moratorium itu merupakan bagian dari penataan ulang program sekaligus upaya meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran negara.

Ia mengatakan BGN saat ini akan lebih fokus pada pengelolaan dapur yang sudah beroperasi.  Nanik menyatakan jumlah dapur MBG yang telah beroperasi mencapai 27.877 titik. BGN menilai penambahan dapur baru belum menjadi prioritas karena pemerintah perlu lebih dahulu memastikan kapasitas dan kebutuhan di setiap wilayah.

Penataan ini bertujuan untuk mengetahui apakah dapur yang sudah ada telah mampu melayani penerima manfaat secara optimal atau justru terdapat kelebihan kapasitas di sejumlah daerah.

“Kami hentikan dulu di situ (27.877 dapur). Kami tata apakah dapur yang melayani ini sudah bisa melayani sebetulnya dengan penerima manfaat yang ada, atau malah kelebihan,” ujar Ninik dalam keterangan pers setelah dilantik menjadi Kepala BGN oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (8/6).

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...