Jumlah SPPG MBG Membengkak dari Target, Potensi Boros Anggaran Rp 1 T per Bulan

Mela Syaharani
11 Juni 2026, 14:10
Petugas menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tubo, Ternate, Maluku Utara, Senin (8/6/2026). Kementerian Keuangan melaporkan realisasi anggaran program MBG hingga akhir Mei 2026 mencapai Rp88,15 triliun
ANTARA FOTO/Andri Saputra/tom.
Petugas menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tubo, Ternate, Maluku Utara, Senin (8/6/2026). Kementerian Keuangan melaporkan realisasi anggaran program MBG hingga akhir Mei 2026 mencapai Rp88,15 triliun atau naik 17,53 persen dibandingkan April 2026 sebesar Rp75 triliun serta telah menjangkau 48,9 juta siswa dan 14,3 juta penerima manfaat nonsiswa, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita melalui 29.679 SPPG.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) membengkak dari target dan berpotensi memboroskan anggaran. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pemerintah akan menata ulang prgram MBG tersebut yang diharapkan selesai dalam satu bulan.

“Yang baik diteruskan, yang tidak baik temuan-temuan ini akan ditata dan dibenahi lebih lanjut,” kata Zulhas dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (11/6).

Zulhas mengatakan titik SPPG dibedakan menjadi wilayah aglomerasi dan terpencil (3T). Pemerintah awalnya merencanakan pembangunan 21.000 titik SPPG di wilayah aglomerasi, namun realitanya saat ini jumlah dapur sudah mencapai 27.877 titik. hal ini menandakan adanya pembengkakan keberadaan 6.877 titik SPPG.

“Berdasarkan laporan Bu Nanik (Kepala BGN), jika setiap dapur mendapatkan insentif Rp 6 juta per hari, maka ada pemborosan pengeluaran Rp 1 triliun per bulan. Kalau satu tahun mencapai Rp 12 triliun,” ujarnya.

Untuk itu pemerintah memutuskan untuk melakukan penataan ulang agar bisa diperbaiki dan diselesaikan.

Selain wilayah aglomerasi, pembengkakan juga terjadi di SPPG wilayah terpencil atau 3T. Pemerintah menargetkan untuk membangun 2000 titik di wilayah tersebut namun realitanya menjadi 8.617 titik. Hal ini menandakan adanya pembengkakan 6.138 titik.

“(Targetnya) 2000 titik, sekarang sudah selesai 1700. Mestinya kan tinggal (bangun) 300,” ucapnya.

Data SPPG yang berpotensi ditutup

Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mengevaluasi kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menyampaikan pihaknya masih mengumpulkan data dari seluruh SPPG sebelum mengambil keputusan lebih lanjut, termasuk menutup SPGG bermasalah. Nanik belum dapat memberikan angka pasti mengenai jumlah dapur MBG yang operasinya akan dihentikan nantinya.

“Masih dalam tahap evaluasi, dikumpulkan dulu datanya,” kata Nanik lewat pesan singkat WhatsApp pada Selasa (9/6).

Ia mengatakan BGN mempertimbangkan sejumlah aspek teknis dan operasional dalam proses evaluasi tersebut. Beberapa faktor yang menjadi perhatian antara lain luas dapur, kelengkapan peralatan, serta lokasi SPPG. “Faktor yang menjadi pertimbangan yakni luas dapur, peralatan, lokasi, dan lain-lain,” ujar Nanik.

Nanik belum dapat menentukan jadwal atau tahapan pasti penutupan SPPG ke depannya. Menurutnya, proses evaluasi masih berlangsung sehingga belum ada keputusan mengenai waktu pelaksanaan penutupan.“Masih dievaluasi, kok bicara termin,” kata Nanik.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...