Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Aparat Tembakkan Water Cannon
Katadata
Proses eksekusi Hotel Sultan, Jakarta Pusat pada Kamis (18/6) berlangsung ricuh. Foto: And M Arief/Katadata
Eksekusi Hotel Sultan yang dilakukan pemerintah hari ini berlangsung ricuh. Massa yang berjaga melempari aparat polisi dan TNI yang melakukan eksekusi hotel tersebut.
Tak hanya itu, aparat dan pendemo yang berjaga juga sempat saling dorong. Ujungnya, petugas mengerahkan mobil water cannon untuk memukul mundur massa.
Sejak pagi, massa memenuhi area depan Hotel Sultan di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis (18/6). Mereka menolak rencana eksekusi pengosongan bangunan tersebut.
Berdasarkan pantauan tim Katadatacoid di lokasi, sejumlah pegawai hotel yang berpakaian jingga sebelumnya berkumpul di depan gedung. Banner bertuliskan "Hotel Sultan Bukan Aset GBK" dan "Tolak Perampasan Hotel Sultan Milik Pribumi" tampak dibentangkan.
Seorang orator menyerukan penolakan terhadap rencana eksekusi lantaran keputusan pengosongan bangunan tersebut tidak sesuai hukum.
Sebelumnya, Ketua Tim Transisi Blok 15 GBK, Hendry Arisandi mengatakan, langkah ini dilakukan karena PT Indobuildco sebelumnya telah diminta untuk mengosongkan objek eksekusi. Namun, yang bersangkutan masih belum menjalankan perintah pengadilan tersebut.
“Pihak Indobuildco diberikan waktu hingga enam bulan untuk mengambil barang mereka yang akan disimpan dan dicatat dengan baik oleh pihak PPKGBK,” kata Hendry, dikutip dari Antara.
Reporter: Andi M. Arief
Editor: Ameidyo Daud Nasution
