Amerika Serikat Kembali Serang Iran, Situasi Selat Hormuz Memanas

Ameidyo Daud Nasution
8 Juli 2026, 07:32
iran, hormuz, minyak
Katadata/Hari Widowati/Chatgpt
Ilustrasi perang antara pasukan Iran dan pasukan Amerika Serikat (AS).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI
Militer Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan baru terhadap Iran pada hari Selasa (7/7) atau Rabu (8/7) dini hari. AS juga mencabut izin yang memungkinkan Iran untuk menjual minyak.
 
Serangan dan sanksi dilancarkan setelah tiga kapal tanker dihantam di Selat Hormuz. Situasi ini juga menekan gencatan senjata yang sudah rapuh.
 
Serangan juga dilakukan saat masyarakat Iran berkumpul di kota suci Qom atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Komando Pusat AS mengumumkan bahwa mereka telah memulai serangkaian serangan yang bertujuan untuk menimbulkan apa yang disebutnya sebagai kerugian besar. 
 
“Agresi yang ditunjukkan Iran tidak beralasan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata,” kata CENTCOM pada X.
 
Media Iran melaporkan ledakan pada Rabu dini hari waktu setempat di kota pelabuhan Sirik di selatan, di Pulau Qeshm, dan di Bandar Abbas. Serangan menghantam dermaga komersial dan dermaga perikanan di Sirik serta Bandar Abbas.
 
Dikutip dari Reuters, seorang pejabat AS mengatakan bahwa serangan tersebut menargetkan sistem pertahanan udara Iran, sistem pengawasan pantai, rudal permukaan-ke-udara, rudal jelajah anti-kapal, dan lokasi peluncuran drone.
 
Insiden tersebut merupakan ancaman terbaru terhadap perjanjian gencatan senjata yang disepakati AS dan Iran bulan lalu. Washington juga menarik konsesi utama yang memungkinkan Iran untuk menjual minyak di pasar internasional.
 
Berdasarkan kesepakatan sementara AS-Iran, Departemen Keuangan AS mengizinkan penjualan minyak mentah dan produk petrokimia serta produk minyak bumi asal Iran hingga 21 Agustus. 
 
Dengan mencabut izin tersebut pada hari Selasa, AS memberi Iran waktu hingga 17 Juli untuk menghentikan semua transaksi. Imbas serangan terbaru AS, harga minyak naik lebih dari 3%.
 
 
Seorang pejabat AS mengatakan para negosiator masih terus bekerja menuju kesepakatan akhir dengan Iran. Tetapi kendali atas selat tersebut telah memberi Teheran pengaruh yang sangat besar.
 
Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kerangka kesepakatan untuk mengakhiri perang.
 
Para analis mengatakan, Teheran menggunakan serangan terhadap kapal untuk memastikan pengaruh tersebut saat mereka menegosiasikan kesepakatan perdamaian jangka panjang dengan AS.
 
Kapal yang dihantam Iran antara lain kapal LNG raksasa Qatar, Al Rekayyat yang dilaporkan dihantam drone.  Kapal lain yang dikabarkan dihantam adalah supertanker Wedyan yang berbendera Arab Saudi.
 
Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan tuduhan Qatar membingungkan. Teheran menyatakan kapal komersial yang menggunakan rute yang tidak dikoordinasikan akan menghadapi risiko.
 
Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengancam akan melanjutkan pengeboman, terbaru pada hari Senin (6/7) waktu Washington D.C., ketika ia mengatakan kepada wartawan di Ruang Oval.
 
 “Kami dapat meruntuhkan jembatan mereka dalam satu jam, kami dapat melumpuhkan pasokan energi mereka.” kata Trump.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...