Cerita Satu RT di Jakarta Siapkan Tabungan Air untuk Hadapi Kekeringan

Ajeng Dwita Ayuningtyas
2 Agustus 2026, 06:00
kekeringan, kemarau, jakarta
Youtube/FPCI
Ketua RT 8/RW 4, Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur Taufiq Supriadi saat berbicara dalam acara Indonesia Net Zero Summit 2026, Sabtu (1/8). Foto: Youtube/FPCI
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Berbagai wilayah di Indonesia tengah dibayangi risiko kekeringan imbas kemarau panjang. Namun, di salah satu gang sempit Jakarta, satu rukun tetangga (RT) sudah siap dengan strategi sebelum kekeringan melanda.

Gang sempit itu berada di  RT 8/RW 4, Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Taufiq Supriadi selaku Ketua RT, membeberkan serangkaian persiapan yang telah dilakukannya bersama warga.

“Kami sudah menyiapkan sumur resapan dalam, tiga buah, dengan kedalaman 18 meter sampai ketemu lapisan pasir,” kata Taufiq, saat ditemui di rangkaian acara Indonesia Net Zero Summit 2026, Sabtu (1/8). 

“Sumur resapan itu pun kami manfaatkan untuk mengalirkan air dari akuarium kita supaya enggak keluar langsung runoff jatuh ke laut,” ujar Taufiq.

Belakangan, Taufiq kembali ramai dibicarakan di internet atas berbagai inovasinya membuat gang di Jakarta itu menjadi penuh fitur ramah lingkungan. 

Di Gang 8 Malaka Jaya, roda ekonomi sirkular berputar. Warga mengolah sampah organik dengan belatung, lalu memanfaatkan serangga tersebut sebagai pakan ternak, seperti ayam dan lele yang juga mereka budidayakan. 

Sejak bertransformasi pada 2 tahun 9 bulan yang lalu, wilayah ini sudah memiliki 43 lubang resapan biopori untuk diisi sampah-sampah organik. “Sehingga ini membuka jalur cacing tanah, untuk membuka pori-pori bumi. Tikus tanah yang buta juga ikut partisipasi,” kata dia.

Ruang Juang Perempuan Perkebunan Teh Kabupaten Bandung
Ilustrasi aliran air bersih dari pompa air (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)

Harapan Taufik, saat hujan, air akan kembali masuk ke lubang resapan biopori serta ke sumur resapan. Cara-cara tersebut membantu mengisi kembali cadangan air tanah.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga menjelaskan adanya fasilitas penampungan air hujan, meskipun jumlahnya tidak banyak karena keterbatasan tempat.

Untuk menyiasatinya, Taufiq memanfaatkan atap kandang ayam, salah satunya, sebagai area pemanenan air hujan. Air yang mengalir dari atap ditampung dalam tong untuk dimanfaatkan kembali. 

“Ini ikhtiar kami untuk menjaga air supaya tetap ada di tempat kita,” ujar Taufiq.

Berkat inovasinya, Ketua RT kelahiran Cirebon itu dinobatkan sebagai sosok inspiratif Kota Cirebon dan diminta untuk mereplikasi inovasinya di kota pesisir pantai utara Jawa itu.

Cerita dari Gang 8 Malaka Jaya bahkan sudah sampai ke luar negeri dan sempat disiarkan di saluran televisi Cina. Sementara, gang tersebut juga sudah kedatangan tamu dari berbagai negara.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...