Buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan: Hidupkan Lagi Ekonomi Pancasila

Image title
5 Agustus 2026, 02:37
Nusantara Centre meluncurkan buku “Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan” di Jakarta, Selsa (4/8).
Katadata/Nuzulia Nur Rahmah
Nusantara Centre meluncurkan buku “Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan” di Jakarta, Selsa (4/8).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Nusantara Centre meluncurkan buku “Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan”. Buku tersebut ditulis Agus Rizal dan Dedi Setiadi untuk mengenalkan kembali pemikiran Soemitro Djojohadikusumo.

 Kepada Katadata Agus Rizal mengatakan buku ini sebagai upaya menghidupkan kembali pemikiran ekonomi Pancasila di tengah dominasi pendekatan ekonomi yang dinilainya semakin liberal.

 Menurut Agus, buku tersebut tidak sekadar mengulas perjalanan hidup ekonom senior Soemitro Djojohadikusumo, melainkan mengangkat gagasan dan pemikirannya yang dianggap masih relevan untuk menjawab tantangan ekonomi Indonesia saat ini.

 "Jadi buku ini ingin menghidupkan para ekonom Pancasilais. Saat ini negara ini telah terjangkit neoliberalisme. Banyak sekali oligarki dan birokrat korup. Ekonomi strukturalis sangat jarang, salah satunya ekonomi Pancasilais yang kami sebut ekonomi kewarasan," kata Agus dalam wawancara usai peluncuran buku.

 Ia mengatakan pemilihan Soemitro Djojohadikusumo sebagai tokoh utama tidak terlepas dari posisinya sebagai salah satu ekonom berpengaruh di Indonesia sekaligus ayah Presiden Prabowo Subianto.  Menurutnya, buku tersebut diharapkan dapat menjadi masukan bagi para pengambil kebijakan agar pembangunan ekonomi tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila. 

"Pemegang kebijakan ekonomi saat ini berada di Presiden Prabowo Subianto. Kami ingin memberikan usulan kebijakan yang searah dengan Pancasila sehingga para pimpinan bangsa, baik presiden, kementerian maupun pemerintah daerah, memiliki pijakan yang berasaskan Pancasila," ujarnya.

 Salah satu gagasan utama yang ditawarkan dalam buku tersebut adalah penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perekonomian Nasional dan Sosial sebagai kerangka besar pembangunan ekonomi Indonesia. Agus menilai regulasi ekonomi yang berlaku saat ini belum terintegrasi dan masih bercorak liberal.

 "Kita membutuhkan suatu kerangka undang-undang perekonomian nasional yang berasaskan Pancasila," katanya.

 Ia menjelaskan rancangan tersebut terdiri atas 31 kebijakan dan 148 pasal. Menurut Agus, tujuan utamanya adalah mengembalikan semangat Pasal 33 UUD 1945 sebagai dasar penyelenggaraan perekonomian nasional.

 Dalam penyusunan buku, Agus mengatakan tim penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menelaah pidato, buku, serta pemikiran-pemikiran Soemitro Djojohadikusumo. Selain itu, mereka juga mewawancarai sejumlah orang yang pernah dekat dengan Soemitro.

 "Jadi buku ini bukan hanya buku biografi atau sejarah, tetapi lebih kepada pemikiran Soemitro yang kami anggap bersifat Pancasilais," ujarnya.

 Agus menilai salah satu pemikiran Soemitro yang paling relevan dengan kondisi ekonomi saat ini adalah pendekatan proteksionisme dan penguatan kedaulatan ekonomi nasional.

 Ia mengaitkan gagasan tersebut dengan sejumlah kebijakan pemerintah yang berorientasi pada pengelolaan sumber daya alam. Menurutnya, konsep seperti pengelolaan sumber daya alam melalui satu pintu bertujuan meminimalkan praktik transfer pricing maupun under invoicing.

 "Kita ingin sumber daya alam Indonesia dikelola lebih baik sehingga tidak terjadi praktik-praktik yang merugikan negara," ujarnya.

 Agus mengatakan buku tersebut ditujukan bagi kalangan akademisi, mahasiswa, maupun pembaca umum yang ingin memahami ekonomi politik Indonesia.

Ia berharap buku itu dapat menjadi referensi bagi pembaca pemula untuk memahami konsep negara, teori ekonomi politik, hingga implementasi kebijakan ekonomi.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...