Jejak Ketum PBNU Terpilih Gus Kikin: Dari Pesantren hingga Bisnis Migas

Muhamad Fajar Riyandanu
31 Agustus 2026, 11:53
pbnu, gus kikin, minyak
ANTARA FOTO/Syaiful Arif/agr
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin (kedua kanan) menandatangani pakta integritas usai ditetapkan oleh Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) saat Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kiai Haji Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, itu sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029.

Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) Muktamar Ke-35 NU menetapkan Gus Kikin untuk memimpin PBNU melalui musyawarah di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8). Musyawarah AHWA berlangsung selama sekitar 40 menit, mulai pukul 06.20 WIB hingga 07.00 WIB.

Gus Kikin merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng sejak 2020, melanjutkan kepemimpinan pesantren setelah wafatnya Kiai Haji Salahuddin Wahid atau Gus Sholah.

Pengasuh Ponpes Tebuireng

Dikutip dari sejumlah pemberitaan, Gus Kikin mulai masuk ke dalam jajaran Ketua PBNU pada 2022. Putra Kiai Haji Mahfudz Anwar dan Nyai Haji Abidah Ma'shum ini kemudian ditunjuk oleh PBNU sebagai Pj Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU), Jawa Timur, menggantikan Kiai Haji Marzuqi Mustamar pada Januari 2024. Kiai Haji Mahfudz Anwar merupakan pendiri Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang.

Beberapa bulan kemudian, dalam Konferwil NU Jawa Timur 3 Agustus 2024, Gus Kikin terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWNU Jawa Timur 2024–2029. Pemilihan itu berlangsung di Pesantren Tebuireng, bertepatan dengan Harlah ke-125 pesantren tersebut.

Dari garis ibu, nasab Gus Kikin tersambung kepada Nyai Haji Khoiriyah Hasyim, putri sulung Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari, pendiri NU dan Pesantren Tebuireng. Dengan demikian, Gus Kikin merupakan cicit KH Hasyim Asy'ari. Sementara dari garis ayah, ia merupakan bagian dari keluarga ulama yang terkait dengan Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyi'in Paculgowang, Jombang.

Menjelang Muktamar Ke-35 NU, posisi Gus Kikin semakin menguat. PWNU Jawa Timur bersama PCNU se-Jawa Timur sepakat menugaskan Gus Kikin untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.

Pernah Berkarir di BUMN

Gus Kikin lahir pada 17 Agustus 1958 di lingkungan Pondok Pesantren Sunan Ampel dan Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Seblak, Jombang. Selain tumbuh dalam lingkungan pendidikan pesantren, ia juga menempuh pendidikan formal.

Dia bersekolah di Madrasah Ibtida’iyah Parimono tahun 1963-1970, SMP Negeri 1 Jombang 1971-1973, dan SMA Negeri 2 Jombang pada 1974-1977, hingga melanjutkan ke Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta 1975-1979.  Pada tahun 2013, Gus Kikin melanjutkan pendidikan di Jurusan Komunikasi Universitas Terbuka.

Lulus dari STIP, Gus Kikin berkarir di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan menjadi pekerja Djakarta Llyod. Di usia 30 tahun ia dipercaya menjadi Kepala Cabang di Cilegon. Latar belakang Pendidikan di STIP itu kemudian juga mengantarkan Gus Kikin merintis karir di bidang transportasi dan logistik. Adapun komoditas ekspornya antara lain Pinang dan Minyak Atsiri dengan tujuan utama Korea Selatan.

Jejak Bisnis Gus Kikin

Mengutip Majalah Tebuireng Edisi 83 November-Desember 2022, Gus Kikin dituliskan sebagai santri pertama yang memiliki sumur minyak dan gas (migas). Pada tahun 1998 Gus Kikin telah mendirikan lima Perusahaan di Surabaya, disusul mendirikan kantor di Jakarta dua tahun setelahnya. Adapun lima Perusahaan ini diberi nama yang sama, yakni BBS. Huruf B pertama berasal dari kata Bama, artinya Bani Mahfudz.

Lima Perusahaan tersebut antara lain Bama Buana bidang transportasi; Bama Bhakti Samudra bidang pelayaran; Bama Bumi Sentosa bidang kontraktor migas; Bama Bali Sejahtera bidang teknologi informasi; dan Bama Berita Sarana bidang media TV sebagai perusahaan yang mengoperasikan Garuda TV setelah pengakuisisian pada 2023 silam. Adapun usaha migas, sumur gas pertamanya ada di Sumenep, Madura. 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...