Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Tak Transit di Singapura dan Malaysia, Ini Alasannya

Sukriwan Ramadhan
27 Oktober 2026, 21:21
singapura, malaysia, Umrah
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak bersiap mengikuti rapat penetapan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1448 Hijriah/2027 Masehi bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau seluruh jemaah umrah asal Indonesia agar menggunakan penerbangan langsung (direct flight). Imbauan ini menyasar sekitar 70 ribu jemaah yang masih memilih rute transit melalui Malaysia dan Singapura.

Pemerintah menilai rute langsung mampu menjaga keamanan perjalanan jemaah secara maksimal. Kebijakan ini juga bertujuan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional melalui penggunaan maskapai domestik yakni Garuda dan Lion.

“Jemaah yang transit di Malaysia dan Singapura cukup besar, yaitu 70 ribuan. Jika itu diarahkan ke penerbangan nasional, langkah ini membantu ekonomi nasional kita,” ujar Dahnil dalam keterangan resminya, Selasa (27/10).

Dahnil menegaskan, penguatan kedaulatan ekonomi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto harus diterapkan dalam penyelenggaraan haji dan umrah. Karena itu, Kemenhaj telah mengumpulkan asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk menyosialisasikan aturan tersebut.

“Kami kumpulkan asosiasi PPIU agar menjadi perhatian bagi pelaku bisnis travel. Kami minta kepada asosiasi agar jangan dulu memilih penerbangan transit seperti ke Malaysia atau Singapura,” kata Dahnil.

Perkembangan kepulangan jamaah haji Indonesia
Perkembangan kepulangan jamaah haji Indonesia (ANTARA FOTO/Citro Atmoko/sg)

Untuk mendukung kebijakan ini, pemerintah menggandeng Garuda Indonesia dan Lion Air agar mampu memperkuat pasar domestik serta meningkatkan daya saing global. Wamenhaj meminta kedua maskapai tersebut meningkatkan layanan dengan harga yang kompetitif.

Kemenhaj juga memanggil direktur utama Garuda Indonesia, Lion Air, dan Angkasa Pura untuk membahas perbaikan fasilitas penerbangan. Pemerintah, turut memprioritaskan peningkatan kenyamanan dan ketertiban layanan di Terminal 2 yang digunakan untuk jemaah haji dan umrah.

Selain aspek transportasi, Kemenhaj memberikan asistensi untuk menyelesaikan kendala operasional PPIU, khususnya masalah pengembalian dana (refund) bagi jemaah yang sempat terhambat.

Sementara itu, Wamenhaj memastikan situasi di Arab Saudi hingga Senin (26/10) masih aman dan kondusif untuk penyelenggaraan ibadah umrah. Kemenhaj terus berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri untuk memantau perkembangan eskalasi di Timur Tengah.

“Terkait kondisi eskalasi Timur Tengah, Saudi baik-baik saja dalam konteks peribadatan umrah. Kemenlu juga memantau hal serupa. Sampai detik ini kegiatan umrah berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Dahnil.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Sukriwan Ramadhan

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...