Kawal Pemilu, Ganjar Minta Masyarakat Jadi Penjaga Demokrasi
Pasangan calon (paslon) nomor urut tiga Ganjar-Mahfud memilih Bandung, Jawa Barat, sebagai lokasi perdana kampanye terbuka dengan tema acara “Hajatan Rakyat”.
“Kami sayang Jawa Barat dan kami sayang Kota Bandung,” ujar calon presiden (capres) Ganjar Pranowo membuka orasinya di Bandung, Minggu (21/1).
Pada kesempatan itu, terkait pemilihan presiden (pilpres) 14 Februari 2024, Ganjar juga bertanya kepada masyarakat yang hadir.
“Apakah takut kalau ditekan? kita bukan orang-orang penakut. Tapi kita penjaga demokrasi yang akan mengawal jalannya pemilu yang jujur dan adil,” kata Ganjar.
Adapun terkait pemilihan Jawa Barat, Ganjar bercerita, Bung Karno mempunyai inspirasi dari orang Jawa Barat, Marhaen. Menurutnya, dialah adalah orang kecil yang butuh pembelaan dari sebuah keputusan politik besar.
“Dia petani yang persis seperti kondisi hari ini yang berteriak pada Ganjar-Mahfud ketika kami berkeliling Indonesia,” kata Ganjar.
Ganjar menambahkan, malam ini akan ada debat, di mana Mahfud MD akan bicara bagaimana pangan harus dikendalikan oleh negara.
“Tidak boleh pangan itu jadi bahan liberal yang diperdagangkan. Negara yang harus bertanggung jawab,” tegas Ganjar.
Ganjar juga menyentil Prabowo yang pada kampanyenya di Pontianak, Kalimantan Barat, menyindir capres yang lebih mengutamakan internet gratis ketimbang makan bergizi gratis. Orang seperti itu dianggap tidak layak menjadi pemimpin karena otaknya lamban.
Padahal, ia menuturkan, internet gratis bisa membuka lapangan pekerjaan. Dengan begitu, masyarakat bisa menjadi mandiri.
“Dengan internet (gratis) rakyat bisa berusaha, karena lapangan kerja akan terbuka lebih banyak. Mereka orang-orang yang sanggup mencari makan. Mereka bukan orang bodoh, mereka anak-anak hebat. Itu semua bisa kita wujudkan kalau kita menang,” kata Ganjar.
Sementara itu, Presiden Kelima Republik Indonesia dan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang hadir pada acara “Hajatan Rakyat” mengajak agar rakyat tidak takut diintimidasi.
Menurutnya, seorang pemimpin itu harusnya mengayomi seluruh rakyatnya karena abdi negara harus pun dipilih oleh masyarakat.
“Disekolahkan untuk membela rakyat. Bukan untuk menyakiti rakyatnya. Kalau ada yang diintimidasi, lapor. Lapor kepada presiden kamu,” kata Megawati.
Acara “Hajatan Rakyat” di Kota Bandung diselenggarakan di Lapangan Tegallega sampai dengan pukul 18.00. Acara ini dihadiri langsung oleh Ganjar Pranowo, Siti Atikoh, Alam Ganjar, dan Ketua Umum (ketum) PDI-P Megawati Soekarnoputri.
Selain itu ada Ketum Hanura Oesman Sapta Odang, Ketum PPP Muhamad Mardiono, Menteri Pendayagunaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga, Ketua TPN Arsjad Rasjid, Wakil Ketua TPN Jenderal TNI (Purn.) Andika Perkasa, dan Tuan Guru Bajang.
