Kepala Bapanas Sebut Bansos Tak Picu Kelangkaan Beras di Pasar

Muhamad Fajar Riyandanu
12 Februari 2024, 15:21
beras, bansos, pangan
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa.
Pekerja mengangkut beras di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Senin (5/2/2024).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menepis anggapan bahwa program bantuan sosial (bansos) pangan beras 10 kilogram (kg) per bulan menjadi penyebab kelangkaan beras di pasar.

Arief mengatakan kelangkaan beras, terutama kualitas premium di pasar ritel saat ini dipicu oleh melonjaknya harga beli pada tingkat produsen. "Bantuan pangan tidak ada kaitannya dengan harga beras di pasar,” kata Arief di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (12/2).

Dia menambahkan bahwa pemerintah telah menghentikan sementara distribusi bansos beras pada 8-14 Feburari. Menurut Arief, langkah itu bertujuan untuk menghormati pada proses pemilihan umum (pemilu).

Dengan penyetopan sementara penyaluran bansos beras saat ini, ujar Arief, pasokan beras di tingkat pengecer masih dalam kondisi stabil. "Jadi Bansos pangan itu nggak mempengaruhi kelangkaan beras itu," ujar Arief.

Direktur Utama Bulog Bayu Krisnamurthi mengatakan bahwa stok beras domestik saat ini berada di angka 1,18 juta ton. "Itu semua, termasuk yang premium," kata Bayu, di lokasi yang sama.

Dia mengatakan realisasi impor beras sejauh ini masih berada di kisaran 500 ribu ton dari alokasi 2 juta ton tahun ini. Bayu menjelaskan, impor beras selanjutnya akan masuk secara bertahap saat masa panceklik bulan Juni, Juli dan Oktober.

"Tahun ini kan masih panjang, masih akan melewati masa panceklik. Jadi pemerintah harus persiapan panjang," ujar Bayu.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali berencana memperpanjang penyaluran bantuan pangan beras 10 kilogram (kg) per bulan kepada sekitar 22 juta penerima manfaat hingga kuartal III tahun ini.

Jokowi telah mengunci komitmen penyaluran bantuan beras 10 kg per bulan hingga Juni 2024. Presiden mengatakan penyaluran bansos tersebut dapat diperpanjang jika anggaran mencukupi. 

“Sementara sampai Juni. Nanti kalau APBN kita hitung-hitung cukup, bisa dilanjutkan lagi,” kata Jokowi, dikutip dari siaran pers pada Selasa (30/1),

Dalam sambutannya, Jokowi menjelaskan upaya pemerintah mengucurkan bantuan pangan adalah untuk menekan dampak kenaikan harga beras karena gagal panen.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...