Ditjen Bea Cukai Tindak 4 Ton Narkotika Sepanjang Tahun Lalu

Ditjen Bea Cukai Kemenkeu menindak 4 ton lebih narkotika sepanjang tahun lalu. Jumlah penindakan bahkan lebih dari 1.000 kasus.
Image title
25 Januari 2022, 06:00
narkotika, narkoba, bea cukai, kemenkeu
ANTARA FOTO/ Reno Esnir/nz
Polisi menunjukkan barang bukti Narkotika Jenis Sabu dan Ekstasi saat rilis pengungkapan kasus peredaran narkoba di Jakarta, Senin (4/10/2021).

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan telah mengamankan 4,07 ton narkotika selama tahun lalu. Jumlah penindakan juga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Askolani mengatakan, jumlah narkotika yang diamankan melonjak dibandingkan dua tahun sebelumnya, yakni 3,9 ton pada 2019 dan 3,2 ton di 2020.

"Nilainya (Narkotika, Psikotropika dan Prekursor yang diamankan pada 2021) triliunan rupiah, karena sangat mahal," kata Askolani dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR RI, Senin (24/1).

Jumlah penindakan juga melonjak dari 508 kasus pada 2019 dan 819 di 2020, menjadi 1.334 tahun lalu.

Advertisement

Mayoritas menggunakan modus operandi melalui jasa pengiriman atau mail service, yakni 87%. Sebanyak 7,2% lainnya menggunakan modus hand carry atau tas jinjing.

Kemudian melalui crew (3,1%), kargo (1,3%), disembunyikan di dalam tubuh atau on body-strap (1%), dan bagasi penumpang (0,4%).

"Kami selalu mengingatkan teman-teman yang bertugas di lapangan secara offline, bahwa mungkin ada pengusaha ilegal yang menganggap kami tidak bertugas maksimal. Tetapi ternyata, kami tetap konsisten melakukan tugas-tugas fisik di lapangan untuk penindakan," kata Askolani.

DJBC bahkan membentuk direktorat baru bernama Direktorat Interdiksi narkotika yang resmi berjalan awal tahun ini. Divisi anyar ini akan menjadi unit khusus dan garda terdepan pencegahan masuknya narkotika ke Indonesia.

"Ini penting, sebab kami tahu jumlahnya masif dan daya rusaknya sangat tinggi. Kami harus melindungi sumber daya manusia (SDM) dalam jangka pendek dan panjang," kata Askolani.

Unit itu bertugas mengelola basis data barang bukti narkotika. Ini bertujuan mengetahui jaringan pengedar narkotika. Data-data ini juga bisa dipakai oleh sejumlah instansi penegak hukum lainnya. 

Divisi itu juga dibentuk sebagai pusat pengembangan jaringan informasi dan komunikasi dengan institusi lainnya, baik di dalam maupun luar negeri. Beberapa instansi mitranya yakni Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Unit anyar juga juga bermitra dengan instansi internasional seperti Badan Narkotika Nasional Amerika Serikat (DEA), Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Organisasi Perdagangan Internasional (WTO) dan Interpol.

Reporter: Abdul Azis Said
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait