Saingi Zoom, Telkomsel Perkuat Keamanan Platform Rapat Online CloudX

Image title
29 April 2020, 17:49
Saingi Zoom, Telkomsel Perkuat Keamanan Platform Rapat Online CloudX
ANTARA FOTO/Olha Mulalinda/foc.
Ilustrasi, warga saat menunjukan aplikasi dukungan bekerja dari rumah menggunakani layanan Telkomsel di Kota Sorong, Papua Barat, Minggu (29/3/2020).

Telkomsel mencatat pengguna aplikasi video conference CloudX melonjak 5.000% sejak diluncurkan Januari lalu. Operator seluler berpelat merah ini pun memperkuat keamanannya, dengan meluncurkan Mobile Security.

Senior Vice President Enterprise Telkomsel Dharma Simorangkir menjelaskan, Mobile Security merupakan layanan lanjutan untuk korporasi (enterprise). Layanan ini dirilis, karena tingginya permintaan.

"Biasanya perusahaan pengguna CloudX meminta ada layanan keamanan perangkat," kata Dharma saat video conference, Rabu (28/4). Setidaknya, permintaan selalu ada setiap bulan.

(Baca: Telkomsel dan Kominfo Kembangkan CloudX Meeting Sebagai Pengganti Zoom)

"Permintaan layanan akan kejar-kejaran antara video conference dengan mobile security," kata Dharma. Jumlah pengguna platform pesaing Zoom ini pun mencapai lebih dari 2.000 akun.

Telkomsel juga mencatat, trafik data untuk penggunaan video conference melonjak 20% efek pandemi corona. (Baca: Diklaim Aman, Aplikasi Rapat Milik Telkomsel Dipakai Ratas Presiden)

Dharma menilai, perusahaan akan semakin membutuhkan layanan keamanan perangkat karena serangan Malicious Software (Malware) diprediksi meningkat. Ia memperkirakan ada 80 juta serangan mobile Malware setiap tahun.

"Di Indonesia banyak perusahaan mulai aware ingin amankan data mereka. Perusahaan mau mobile security," ujar Dharma. Meski tidak menyebutkan nilainya, Dharma menilai potensi pengguna layanan Mobile Security akan tinggi.

(Baca: Telkomsel Gandeng Startup AS Perkenalkan Solusi IoT untuk Korporasi)

General Manager Enterprise Product Management Telkomsel Rini Apriliani menambahkan, layanan Mobile Security merupakan solusi pengamanan seluruh perangkat atau aset perusahaan untuk operasional. Ada empat elemen yang bisa diamankan.

Pertama, untuk aplikasi. Setiap perusahaan punya akses khusus untuk masuk ke aplikasi tertentu. "Untuk pastikan keamanannya, Telkomsel mengontrol mana yang boleh diakses karyawan dan yang tidak," kata Rini.

Kedua, layanan Mobile Security berguna untuk mengamankan browser. Ketiga, konten. Terakhir, perangkatnya. Semua elemen ini mampu diproteksi dan dikontrol melalui fitur di Mobile Security bernama Unified Endpoint Management (UEM). 

Layanan itu khusus pada konsumen korporasi. Di awal peluncurannya, Telkomsel memberikan penawaran khusus denganmenggratiskan akses selama 30 hari mulai 16 April sampai 20 Mei. 

(Baca: Kondisi Keuangan Kuat, Telkomsel Jamin Tak Ada PHK akibat Corona)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait