Huawei Perkuat Cloud, Xiaomi Fokus Produk Rumah Pintar Tahun Ini

Perusahaan Tiongkok, Xiaomi dan Huawei berfokus menggarap produk selain smartphone pada tahun ini. Xiaomi memperkuat bisnis rumah pintar, sementara Huawei mengembangkan cloud dan AI.
Image title
17 Februari 2021, 09:59
Huawei Perkuat Cloud, Xiaomi Fokus Produk Rumah Pintar Tahun Ini
Huawei dan Xiaomi
Logo Huawei dan Xiaomi

Produsen ponsel pintar (smartphone) asal Tiongkok berfokus mengembangkan layanan lain tahun ini. Xiaomi akan memperluas produk perangkat rumah pintar alias smart home. Sedangkan Huawei memperkuat layanan komputasi awan atau cloud.

Di Negeri Panda, pangsa pasar rumah pintar Xiaomi merupakan yang tertinggi, yakni 16,3% pada kuartal III 2020. “Tahun ini kami akan berfokus pada pengembangan teknologi rumah pintar,” kata Vice President Xiaomi Corp sekaligus General Manager Redmi Lu Weibing melalui akun resmi di Weibo, dikutip dari Gizmochina, Selasa (16/2).

Ia menilai, potensi bisnis rumah pintar sangat besar ke depan. “Ini karena setiap orang akan mengalaminya secara bertahap di masa depan,” kata dia.

Berdasarkan data Statista, pasar rumah pintar secara global diperkirakan mencapai US$ 53,45 miliar pada 2022. Fortune Business Insights melaporkan, produk ini sangat potensial di Korea Selatan, Tiongkok, Kanada, India, Brasil, dan Jerman, yang menggunakan kebijakan bangunan hijau.

Kebijakan tersebut mendorong penerapan perangkat pintar seperti manajemen energi, teknologi pengukur, dan termostat di sektor rumah tangga. Alat-alat seperti ini diadopsi di rumah pintar yang menggunakan sistem otomasi berbasis Internet of Thigs (IoT) untuk mengontrol pencahayaan, iklim, hiburan, peralatan, dan keamanan.

Xiaomi memiliki beberapa produk rumah pintar seperti televisi Mi TV, robot penyedot debu Mi Home 1T dan pel iRobot M6 Smart, lampu malam wireless charging Yeelight, toilet Aqara H1, Xiaomi Aqara Smart Home Hub, dan lainnya.

Berdasarkan data IDC, Xiaomi mengirimkan 51,12 juta unit per kuartal III 2020. Jumlahnya turun 2,5% secara tahunan (year on year/yoy) karena kekurangan komponen hulu. Meski begitu, pangsa pasarnya tetap yang tertinggi.

Pada tahun lalu, IDC mencatat bahwa Xiaomi gencar menggaet perusahaan peralatan rumah tangga, termasuk IKEA. Produsen smartphone ini juga menggelar konferensi untuk para pengembang IoT di Beijing.

Selain Xiaomi, produsen smartphone asal Tiongkok lainnya seperti OPPO berkolaborasi dengan Midea dan IKEA. 

Produsen smartphone lainnya, Huawei juga berfokus mengembangkan produk lain yakni cloud dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Pada akhir tahun lalu, pendiri Huawei Ren Zhengfei mengatakan kepada para staf bahwa cloud akan menjadi prioritas perusahaaan pada 2021.

Namun, itu bukan untuk menyaingi Alibaba, Microsoft maupun Amazon. Sebab, pangsa pasar perusahaan di lini bisnis masih kecil.

Untuk lini bisnis AI, Huawei telah mengembangkan teknologi identifikasi wajah. Pengembangan mengacu pada keperluan umum berdasarkan standar industri.

Ren mengatakan, Huawei berfokus pada cloud dan AI untuk mengurangi tekanan sanksi Amerika Serikat (AS). Raksasa teknologi Tiongkok ini masuk daftar hitam (blacklist) terkait perdagangan di Negeri Paman Sam sejak Mei 2019.

Selain itu, Xiaomi dan Huawei merambah bisnis semikonduktor. Ini karena pasokan cip (chipset) terbatas imbas sanksi dari mantan Presiden AS Donald Trump.

Saat menjabat, Trump memasukkan Huawei dan raksasa semikonduktor Tiongkok Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC) ke dalam daftar hitam terkait investasi maupun perdagangan. Huawei bahkan harus menyetop produksi cip per September tahun lalu.

Hal itu menyebabkan kelangkaan cip. Sedangkan semikonduktor ini dibutuhkan produsen ponsel pintar, rumah pintar hingga otomotif.

Oleh karena itu, 90 perusahaan asal Negeri Panda mengajukan permohonan kerja sama untuk membentuk Komite Teknis Standardisasi Sirkuit Terpadu Nasional. "Mereka akan memperkuat industri semikonduktor Tiongkok," demikian isi informasi resmi yang dirilis oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) dikutip dari Gizchina, tiga pekan lalu (1/2).

 

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait