Modus Baru Penipuan Online: Challenge Add Yours Instagram

Instagram meluncurkan stiker Add Yours atau Balasan Anda untuk Instagram Stories. Ahli IT menilai, challenge Add Yours bisa menjadi modal bagi penipu siber dan kejahatan lainnya.
Desy Setyowati
23 November 2021, 18:55
instagram, challenge add yours, media sosial, penipuan
alexey malkin|123RF.com
Ikon aplikasi Instagram pada close-up layar iPhone Apple

Instagram baru-baru ini meluncurkan stiker Add Yours atau Balasan Anda untuk Instagram Stories. Namun ahli informasi dan teknologi (IT) mencatat, challenge Add Yours bisa menjadi modal bagi penipu siber.

Melalui stiker itu, pengguna bisa berbalas pesan. Namun belakangan, pengguna ramai membuat tantangan atau challenge Add Yours yang meminta pengguna lain menyebutkan usia, nama panggilan, nama ibu dan ayah hingga tanggal lahir.

Peneliti Keamanan Siber Communication Information System Security Research Center (CISSReC) Pratama mengatakan, pelaku kejahatan hanya perlu bertamasya di Instagram dan melihat challenge Add Yours mana yang pertanyaan dan jawabannya terkait data pribadi. “Ini bisa dijadikan bahan profiling sebagai modal melakukan kejahatan,” kata dia kepada Katadata.co.id, Selasa (23/11).

Mereka bisa melihat jawaban akun lain dalam challenge Add Yours meski belum berteman. Informasi yang bisa digunakan untuk profiling seperti tanggal lahir, alamat, nama ibu dan ayah, nama panggilan, nama asisten rumah tangga (ART), dan data pribadi lainnya.

Advertisement

“Misalnya untuk menculik dan melakukan permintaan tebusan sejumlah dana. Tentu pelaku harus tahu data-data targetnya,” kata Pratama. “Bila pelaku kejahatan bisa mengumpulkan data itu semua, maka lebih besar peluangnya untuk berhasil.”

Seorang pengguna Twitter dengan nama akun @ditamoechtar pun bercerita bahwa temannya mengaku ditipu. Ia diminta mengirimkan sejumlah uang ke rekening.

Temannya itu percaya karena pelaku mengetahui nama panggilannya saat kecil.

 

Pratama menyampaikan, fitur seperti Add Yours memiliki manfaat, tetapi juga bisa berbahaya bila jatuh ke tangan yang salah. Ia mengimbau pengguna media sosial untuk berhati-hati dan tidak memberikan data pribadi kepada siapapun.

“Dalam berbagai kesempatan saya sampaikan kepada masyarakat, sebisa mungkin tidak mengunggah (foto) saat mengantar anak sekolah. Karena dari itu saja, para pelaku kejahatan bisa melakukan profiling dengan berbagai tujuan,” ujar dia.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait