Cara Ganjar Pranowo Atasi Daya Tarik Investasi Digital Jateng Rendah

Indeks daya tarik investasi pada sektor digital di kota-kota di Jawa Tengah rendah. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun berfokus mendongkrak lahirnya startup lokal.
Image title
29 November 2021, 13:39
Gubernur Jateng, jawa tengah, Ganjar Pranowo, startup, investasi, digital
ANTARA FOTO/Aji Styawan/aww.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberikan keterangan pers terkait virus Corona (COVID-19) kepada wartawan di rumah dinas Gubernur Jateng, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (15/3/2020).

Indeks daya tarik investasi pada sektor digital di kota-kota di Jawa Tengah rendah. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun berfokus mendongkrak lahirnya startup lokal, seperti membuat program pendanaan hingga pengembangan.

Berdasarkan indeks daya tarik investasi daerah sektor digital yang diterbitkan oleh Katadata Insight Center (KIC), tidak ada satu pun kota di Jawa Tengah yang masuk 10 besar indeks. Yang masuk yakni di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Dalam laporan East Ventures - Digital Competitiveness Index (EV-DCI) 2021, daya saing digital Jawa Tengah juga berada di bawah Bali, BI Yogyakarta, dan Kepulauan Riau. Indeks daya saing digital Jawa Tengah 42,6.

Posisi Jawa Tengah turun dari enam menjadi delapan dalam East Ventures - Digital Competitiveness Index (EV-DCI) 2021.

Advertisement

Ganjar mengatakan, salah satu faktor rendahnya daya tarik investasi sektor digital Jawa Tengah adalah infrastruktur yang belum merata. "Ada banyak ketergantungan. Kalau kemauan ada, tapi infrastruktur tidak. Jadi sulit," kata Ganjar dalam acara Regional Summit 2021, Senin (29/11).

Menurut dia, Jawa Tengah sebenarnya berupaya mendongkrak investasi di sektor digital. Salah satu caranya, dengan meluncurkan ruang kerja bersama alias coworking space bernama Hetero Space di Semarang untuk membentuk ekosistem startup.

Program Hetero for Startup (HFS) juga digelar di coworking space tersebut. Ini mencakup bantuan modal usaha, pendampingan, serta pembinaan kepada pelaku usaha muda.

Selain itu, Ganjar menggaet e-commerce untuk mendigitalisasi bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Tengah. Shopee misalnya, menargetkan 700 ribu pelaku UMKM di wilayah ini beralih ke digital dalam setahun.

"Kami melakukan ini karena masalah sebagian besar UMKM atau 52,9% itu terkendala pemasaran," kata Ganjar. 

Ganjar juga mengandalkan platform sosial media Instagram untuk mempromosikan produk UMKM lokal. Ia mengklaim, promosi lewat tagar #LapakGanjar membuat penjualan UMKM naik 350%.

Pendiri Impactto Italo Gani mengatakan, sebenarnya minat investor dalam mendanai startup di daerah terus meningkat. Ini mengingat kesiapan digital yang sudah terbentuk.

"Dampak dari Covid-19, informasi jadi merata. Orang dapat lebih mudah mengembangkan bisnis dan inovasi di daerah," kata Italo.

Sejumlah startup di luar DKI Jakarta juga mulai bermunculan. Startup perikanan dan kelautan eFishery misalnya, berhasil mendigitalisasi 20 ribu peternak ikan daya tawar. Kemudian, startup kebutuhan pokok Segari dan di bidang perikanan, FishLog.

Namun yang menjadi tantangan adalah ketersediaan talenta digital. "Bagaimana ajarkan agar Sumber Daya Manusia (SDM) yang tersedia itu tahu caranya membangun perusahaan rintisan," katanya.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Fajar Hutomo juga mengatakan, startup di daerah terkendala ekosistem pendukung. Padahal menurut Fajar, bisnis di daerah, seperti Jawa Tengah itu cukup potensial bagi startup untuk tumbuh.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait