Startup Logistik & Perikanan RI Masuk Daftar Perusahaan Inovatif Dunia

Startup Indonesia yakni Shipper dan Aruna masuk daftar ‘The World’s Most Innovative Companies 2022’ versi Fast Company. Shipper peringkat pertama di Asia Pasifik.
Desy Setyowati
10 Maret 2022, 17:06
Aruna, Shipper, startup, logistik, perikanan
Katadata/Desy Setyowati, Aruna, Shipper
Aruna dan Shipper

Startup Indonesia yakni Shipper dan Aruna masuk daftar ‘The World’s Most Innovative Companies 2022’ versi Fast Company. Shipper bergerak di bidang logistik, sementara Aruna perikanan.

Fast Company merupakan media publikasi bisnis yang berpusat di Amerika Serikat (AS). Fast Company merilis daftar perusahaan paling inovatif di dunia setiap tahun.

Daftar itu berisi perusahaan yang memberikan dampak terbesar melalui berbagai inisiatif mereka di berbagai kategori.

Dalam laporan itu, Shipper berada di urutan 38 dalam daftar 50 Perusahaan Paling Inovatif di Dunia. Selain itu, meraih peringkat pertama untuk perusahaan paling inovatif se-Asia Pasifik alias The Most Innovative Asia-Pacific Companies.

Advertisement

Shipper dinilai berkomitmen dalam menghadirkan inovasi untuk menyatukan infrastruktur logistik Indonesia yang terfragmentasi. Selain itu, membantu logistik pihak ketiga dalam mengelola pesanan dan mengoptimalkan rute pengiriman.

“Pencapaian ini menjadi salah satu milestone yang sangat penting dalam perjalanan pertumbuhan Shipper,” kata Co-Founder sekaligus CEO Shipper Phil Opamuratawongse dalam keterangan pers, Kamis (10/3).

Shipper beroperasi sejak 2017. Startup ini mengelola lebih dari 300 gudang dengan total luas lebih dari 500 ribu meter persegi di 35 kota diIndonesia.

Phil menyampaikan, potensi pasar logistik di Indonesia cukup besar. Dari bidang e-commerce misalnya, laporan Google menunjukkan bahwa nilai transaksi bruto atau GMV sektor ini US$ 53 miliar tahun lalu.

GMV itu tumbuh 52% dibandingkan 2020 US$ 35 miliar.

Sedangkan sektor logistik dan transportasi memiliki peluang pasar US$ 81,3 miliar. Namun Indonesia merupakan negara kepulauan, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi pemain di bidang logistik.

Akan tetapi, pandemi Covid-19 mempercepat proliferasi pengiriman. Oleh karena itu, Shipper berinovasi dari sisi teknologi untuk membantu perusahaan logistik pihak ketiga dalam mengelola pesanan, termasuk mengoptimalkan rute pengiriman dan mengemas bersama pesanan.

Shipper juga meningkatkan layanan inti di berbagai bidang, seperti first mile, last mile delivery, cross-border, dan reverse logistics. Selain itu, berfokus pada kolaborasi.

Sedangkan Aruna dinilai membantu nelayan Tanah Air. “Industri perikanan di Indonesia secara historis sangat terfragmentasi,” kata Fast Company dikutip dari laporan.

Aruna yang berbasis di Jakarta menghubungkan desa nelayan dan nelayan dengan pembeli korporasi. Selain itu, membantu mereka mengakses asuransi dan pembiayaan.

Aplikasi Aruna digunakan oleh lebih dari 20 ribu nelayan independen. Selain itu, menyediakan pelelangan dan pasar ikan digital, yang semakin diminati saat pandemi corona.

Tahun lalu, perusahaan meluncurkan Seafood by Aruna untuk mengantarkan produk perikanan, hasil bumi, dan kebutuhan pokok langsung ke rumah pelanggan di Jakarta, Bandung, dan Balikpapan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait